Demo Anti-Islam Ricuh, Rumah Wali Kota New York Mamdani Dilempari Bom
Jakarta, CNBC Indonesia - Kericuhan terjadi dalam aksi demonstrasi anti-Islam di New York City pada pada akhir pekan lalu. Bentrokan antara kelompok demonstran dan massa tandingan berujung pada pelemparan bom rakitan di luar kediaman Wali Kota Zohran Mamdani.
Komisaris Jessica Tisch mengatakan analisis awal tim penjinak bom dari New York Police Department menunjukkan perangkat yang dilemparkan saat aksi tersebut merupakan bom rakitan dan bukan alat palsu.
"Analisis awal telah menentukan bahwa itu bukan alat palsu atau bom asap," kata Tisch dalam pernyataannya, seperti dikutip The Guardian, Senin (9/3/2026). "Itu adalah alat peledak rakitan yang dapat menyebabkan cedera serius atau kematian. Analisis lebih lanjut masih dilakukan, termasuk terhadap alat kedua."
Perangkat yang dibungkus lakban hitam dan dilengkapi sumbu tersebut disebut berukuran lebih kecil dari bola sepak. Alat itu sempat mengenai penghalang dan padam sendiri beberapa kaki dari petugas polisi.
Polisi menyatakan tidak ada korban luka dalam insiden tersebut, dan Mamdani diyakini tidak berada di kediamannya saat kejadian.
Polisi menahan dua pria, yakni Emir Balat dan Ibrahim Kayumi, yang ditangkap di lokasi kejadian. Keduanya kini berada dalam tahanan dan tengah diperiksa lebih lanjut.
Tisch menambahkan NYPD bekerja sama dengan jaksa federal serta FBI melalui satuan tugas penanggulangan terorisme.
"Saya ingin sekali lagi berterima kasih kepada anggota NYPD yang berani yang berlari menuju bahaya tanpa ragu-ragu dan dengan cepat menangkap para tersangka," ujarnya.
Insiden terjadi ketika sekelompok demonstran sayap kanan yang dipimpin influencer Jake Lang menggelar aksi bertajuk "Stop the Islamization of New York City" di dekat Gracie Mansion, kediaman resmi Mamdani di kawasan Upper East Side.
Polisi menyebut sekitar 20 orang menghadiri aksi anti-Islam tersebut, sementara demonstran tandingan yang menentang aksi itu mencapai sekitar 125 orang. Ketegangan meningkat setelah seorang peserta aksi anti-Islam menyemprotkan semprotan merica ke arah demonstran tandingan.
Situasi kemudian memanas hingga terjadi perkelahian di antara massa. Dalam kekacauan itu, seorang demonstran tandingan menyalakan dan melempar perangkat berisi mur, baut, dan sekrup ke arah kelompok demonstran anti-Muslim.
Dalam pernyataannya, Mamdani mengecam keras demonstrasi yang dipimpin Lang dan menyebut aksi tersebut dipicu oleh kebencian.
"Protes ini berakar pada kefanatikan dan rasisme. Kebencian seperti itu tidak memiliki tempat di Kota New York," kata Mamdani.
Ia juga menegaskan bahwa penggunaan kekerasan dalam demonstrasi tidak dapat dibenarkan. "Kekerasan dalam protes tidak pernah dapat diterima. Upaya menggunakan alat peledak untuk melukai orang lain bukan hanya kriminal, tetapi juga tercela," ujarnya.
Lang sebelumnya pernah didakwa terkait penyerangan terhadap aparat saat kerusuhan Gedung Capitol pada 6 Januari 2021. Ia kemudian menerima pengampunan dari Presiden AS saat itu, Donald Trump, bersama sejumlah terdakwa lain dalam kasus tersebut.
(luc/luc) Add
source on Google