MARKET DATA

Kapal Musaffah 2 Meledak di Selat Hormuz, 3 ABK WNI Belum Ditemukan

mkh,  CNBC Indonesia
08 March 2026 19:31
Duta Besar RI untuk UAE Judha Nugraha menerima ABK WNI yang selamat dari kapal yang melintasi Selat Hormuz. (Dok. KBRI Abu Dhabi)
Foto: Duta Besar RI untuk UAE Judha Nugraha menerima ABK WNI yang selamat dari kapal yang melintasi Selat Hormuz. (Dok. KBRI Abu Dhabi)

Jakarta, CNBC Indonesia — Insiden ledakan kapal terjadi di kawasan Selat Hormuz, wilayah strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab. Dalam kejadian tersebut, tiga anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan masih hilang dan saat ini masih dalam proses pencarian oleh otoritas setempat.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Abu Dhabi melalui keterangan resmi, Minggu (8/3/2026), menyatakan insiden tersebut melibatkan kapal tug boat bernama Musaffah 2 yang berbendera Persatuan Emirat Arab (PEA). Peristiwa terjadi pada 6 Maret 2026 sekitar pukul 02.00 waktu setempat di perairan antara PEA dan Oman di kawasan Selat Hormuz.

Berdasarkan laporan saksi mata, kapal tersebut mengalami ledakan yang menyebabkan kebakaran hebat hingga akhirnya tenggelam. Hingga kini, otoritas di PEA dan Oman masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti insiden tersebut.

Kapal Musaffah 2 diketahui membawa tujuh awak kapal yang berasal dari Indonesia, India, dan Filipina. Dari jumlah tersebut, tiga orang berhasil selamat, sementara empat lainnya dinyatakan hilang.

Dari awak berkewarganegaraan Indonesia, satu WNI dilaporkan selamat dan saat ini tengah menjalani perawatan akibat luka bakar di rumah sakit di Khasab, Oman. Sementara itu, tiga WNI lainnya yang merupakan awak kapal Musaffah 2 masih dinyatakan hilang dan terus diupayakan pencariannya oleh otoritas setempat.

Informasi dari korban selamat menyebutkan bahwa insiden tersebut bermula ketika kapal kontainer Safeen Prestige mengalami kerusakan di perairan Oman dekat Selat Hormuz. Perusahaan kemudian menugaskan kapal Musaffah 2 untuk melakukan pemeriksaan serta membantu upaya perbaikan kapal tersebut.

Setelah dilakukan pemeriksaan, kapal Safeen Prestige dinilai tidak dapat diperbaiki di lokasi karena tidak memiliki pasokan listrik sehingga diputuskan untuk dilakukan penarikan (towing). Saat proses persiapan penarikan hampir selesai, ledakan dilaporkan terjadi di kapal Musaffah 2 yang memicu kebakaran pada bagian kapal termasuk anjungan.

Saat ini KBRI Abu Dhabi bersama KBRI Muscat terus berkoordinasi dengan otoritas setempat dan pihak perusahaan untuk mendukung proses pencarian tiga WNI yang masih hilang serta memastikan penanganan korban selamat. Perwakilan RI juga menyampaikan perkembangan penanganan insiden ini kepada keluarga para korban di Indonesia.

KBRI juga mengimbau seluruh WNI yang berada di kawasan Uni Emirat Arab dan sekitarnya, termasuk awak kapal yang bekerja di laut, untuk meningkatkan kewaspadaan dan terus memantau perkembangan situasi keamanan melalui sumber informasi resmi.

(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Selat Hormuz Ditutup, Ini Dampak Mengerikannya


Most Popular
Features