MARKET DATA
Internasional

10 Update Perang Israel-AS Vs Iran, Trump Ancam Hancurkan Iran

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
07 March 2026 22:00
Sebuah ruang kelas yang dipenuhi puing-puing dan gambar-gambar anak-anak yang berserakan terlihat di sebuah sekolah di Teheran, Iran, pada Selasa (3/3/2026), setelah bangunan tersebut rusak akibat serangan pada hari pertama perang. (Tangkapan Layar Video Reuters/WANA)
Foto: Sebuah ruang kelas yang dipenuhi puing-puing dan gambar-gambar anak-anak yang berserakan terlihat di sebuah sekolah di Teheran, Iran, pada Selasa (3/3/2026), setelah bangunan tersebut rusak akibat serangan pada hari pertama perang. (Tangkapan Layar Video Reuters/WANA)
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengeluarkan peringatan keras kepada Iran di tengah eskalasi konflik yang memanas di Timur Tengah. Trump menegaskan bahwa militer AS siap melancarkan serangan balasan yang jauh lebih masif dan mematikan terhadap Teheran pada hari ini, Sabtu (7/3/2026).

Melansir AFP, Trump menyampaikan ancaman tersebut secara langsung melalui unggahan di platform media sosial miliknya, Truth Social. Ia mengindikasikan bahwa serangan kali ini tidak hanya sekadar balasan biasa, melainkan sebuah pukulan telak yang akan memperluas target operasi militer AS ke wilayah-wilayah yang sebelumnya belum tersentuh.

"Hari ini Iran akan dipukul sangat keras!," tulis Trump dalam unggahan tersebut, dilansir AFP, Sabtu (7/3/2026).

Berikut perkembangan terbaru situasi perang di Timur Tengah per Sabtu (7/2/2026):

1. Ancaman Trump

Pernyataan Trump menandakan adanya pergeseran strategi militer AS yang kini mempertimbangkan opsi penghancuran total terhadap aset-aset vital Iran. Trump menyebut bahwa perilaku agresif Iran telah memaksa Washington untuk menargetkan area dan kelompok baru yang selama ini tidak masuk dalam daftar sasaran tempur.

"Di bawah pertimbangan serius untuk kehancuran total dan kematian pasti, karena perilaku buruk Iran, adalah wilayah dan kelompok orang yang tidak dipertimbangkan untuk dijadikan target sampai saat ini," tambahnya.

2. Sirene meraung-raung di Yerusalem

Ledakan keras terdengar dan sirene serangan udara meraung di Yerusalem pada hari Sabtu. Jurnalis AFP melaporkan setidaknya tiga ledakan terdengar, sementara dalam 24 jam terakhir setidaknya enam peringatan serangan udara telah dikeluarkan di seluruh wilayah Israel.

3. Serangan 80 Jet Tempur ke Iran

Israel memulai gelombang serangan udara baru ke kota Teheran dan Isfahan. Operasi semalam ini melibatkan 80 jet tempur. Militer Israel mengklaim jet-jet tersebut menghantam akademi Garda Revolusi Iran yang digunakan sebagai aset darurat. Pejabat provinsi Isfahan melaporkan setidaknya delapan orang tewas akibat serangan gabungan Israel dan AS tersebut.

4. Bandara Dubai Sempat Lumpuh

Bandara Dubai, yang merupakan bandara tersibuk di dunia untuk lalu lintas internasional, sempat menangguhkan operasinya pada Sabtu sebelum kembali dibuka sebagian. Penutupan ini terjadi setelah adanya intersepsi pertahanan udara di area tersebut saat serangan dari Iran berlangsung.

5. Liga Arab Bertindak: Gelar Rapat Darurat 

Menteri luar negeri Liga Arab dijadwalkan mengadakan pertemuan darurat melalui konferensi video pada hari Minggu. Pertemuan ini diminta oleh Kuwait, Arab Saudi, Qatar, Oman, Yordania, dan Mesir untuk membahas serangan Iran di wilayah beberapa negara Arab.

6. Peringatan Arab Saudi

Menteri Pertahanan Arab Saudi, Pangeran Khalid bin Salman, mendesak Iran untuk menghindari "salah perhitungan". Kementerian Pertahanan Saudi menyatakan telah menggagalkan peluncuran rudal berulang kali yang mengarah ke pangkalan udara yang menampung personel militer AS serta serangan drone ke ladang minyak utama.

7. Tanker Minyak Diserang

Garda Revolusi Iran mengonfirmasi telah menargetkan sebuah kapal tanker minyak bernama "Prima" di Teluk. Kapal tersebut dihantam drone peledak setelah diklaim mengabaikan peringatan mengenai larangan lalu lintas di Selat Hormuz.

8. AS Kirim Bantuan Bom

Departemen Luar Negeri AS menyetujui penjualan "darurat" 12.000 selongsong bom ke Israel pada hari Jumat seiring memanasnya perang. Bantuan ini disebut untuk meningkatkan kemampuan Israel menghadapi ancaman regional saat ini dan masa depan.

9. Chaos Meluas ke Bangladesh

Efek domino perang mulai dirasakan secara global. Di Bangladesh, kekacauan terjadi akibat lonjakan harga energi dan gangguan rantai pasok global yang dipicu konflik di Selat Hormuz. Protes massa pecah di berbagai kota menuntut penanganan krisis ekonomi yang memburuk akibat perang ini.

10. Sikap Presiden Iran

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya tidak akan menyerah kepada Israel dan AS. Ia meminta maaf kepada negara tetangga atas dampak serangan Iran, namun menegaskan tidak akan ada serangan ke negara tetangga kecuali serangan terhadap Iran berasal dari wilayah tersebut.

Graves are being prepared for the victims following an Israeli strike on a school in Minab, Iran, March 2, 2026. Iranian Foreign Media Department/WANA (West Asia News Agency)/Handout via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS PICTURE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY.Foto: via REUTERS/Iranian Foreign Media Department
Graves are being prepared for the victims following an Israeli strike on a school in Minab, Iran, March 2, 2026. Iranian Foreign Media Department/WANA (West Asia News Agency)/Handout via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS PICTURE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY.

(dce) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Erdogan Respons Kematian Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei, Katakan Ini


Most Popular
Features