RI Bakal Terapkan Biodiesel B50, Pengusaha Sawit Bilang Begini
Jakarta, CNBC Indonesia - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mengungkapkan campuran Bahan Bakar Minyak (BBM) Biodiesel sebesar 50% ke solar bisa memperlebar subsidi dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).
Direktur Eksekutif Gapki Mukti Sardjono mengatakan jika selisih harga antara biodiesel dan solar makin tinggi, maka subsidi akan makin tinggi juga.
"Yang jelas kalau ada BPDP mungkin akan lebih bagus tapi memang kalau makin tinggi tadi spread-nya antara biodiesel dengan solar kan berarti kan subsidinya makin gede," katanya dalam acara Energy Forum B50 CNBC Indonesia, dikutip Jumat (6/3/2026).
Salah satu solusi pembengkakan subsidi, pemerintah harus menaikkan pungutan/PE untuk menutup kebutuhan subsidi biodiesel.
"Pemerintah mau tidak mau seperti sekarang ini tiba-tiba sekarang PE-nya harus naik ya itu kan memang untuk mencukupi kebutuhan subsidi. Nah ini memang dilema tapi bukan simalakama ya tapi dilema yang harus kita hadapi," imbuhnya.
Selain itu dia menilai jika B50 diimplementasikan maka produksi biodiesel dalam negeri harus ditingkatkan. Hal itu lantaran jika produksi tidak meningkat maka porsi ekspor CPO bisa berkurang dan berdampak pada sektor lainnya.
"Mau tidak mau ke depan misalnya kita akan tetap mempertahankan B50. Berarti misalnya nih kalau misalnya kita akan B50 mau tidak mau produksi harus dinaikin produksi dinaikin kalau produksi dinaikin kalau misalnya produksi tidak dinaikin ya korban ekpornya kita kurang dia bisa kita turun," tandasnya.
(fab/fab) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]