Hong Kong Pacu Pariwisata Halal, Bidik Turis RI
Jakarta, CNBC Indonesia - Hong Kong semakin serius menggarap pasar wisata halal, termasuk wisatawan dari Indonesia. Otoritas pariwisata setempat memperluas fasilitas ramah Muslim mulai dari restoran bersertifikat halal hingga hotel yang memiliki akreditasi ramah Muslim.
Regional Director Southeast Asia Hong Kong Tourism Board (HKTB), Liew Chian Jia, mengatakan Indonesia menjadi salah satu pasar utama bagi pariwisata Hong Kong di kawasan Asia Tenggara.
Sepanjang 2025, tercatat sekitar 382.000 wisatawan Indonesia berkunjung ke Hong Kong. Angka tersebut berkontribusi pada total kedatangan wisatawan global yang mencapai 49,9 juta orang tahun lalu.
"Indonesia adalah salah satu pasar utama kami di Asia Tenggara. Kami sangat senang melihat ada 382.000 wisatawan Indonesia yang datang ke Hong Kong tahun lalu," kata Liew di Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026).
Secara keseluruhan, kunjungan wisatawan dari Asia Tenggara mencapai sekitar 2,2 juta orang pada 2025. Liew menyebut meningkatnya minat wisatawan dari Indonesia dan kawasan regional menjadi motivasi bagi Hong Kong untuk menghadirkan pengalaman wisata yang lebih inklusif.
Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir Hong Kong fokus meningkatkan fasilitas ramah Muslim untuk mendukung kenyamanan wisatawan.
"Kami meningkatkan berbagai program pariwisata Hong Kong, mulai dari menambah pilihan restoran bersertifikat halal hingga meningkatkan akses fasilitas dan akreditasi hotel ramah Muslim untuk keluarga," ujarnya.
Upaya tersebut mulai membuahkan hasil. Hong Kong dinobatkan sebagai Most Promising Muslim-friendly Destination of the Year dalam ajang Halal in Travel Awards 2025 yang berbasis pada penilaian CrescentRating melalui laporan Global Muslim Travel Index (GMTI).
Dalam laporan tersebut, Hong Kong juga meraih sejumlah peringkat penting di antara destinasi non-Organisasi Kerja Sama Islam (OIC), yakni peringkat pertama untuk kategori aksesibilitas perjalanan ramah Muslim, peringkat kedua untuk keamanan wisatawan perempuan Muslim, serta peringkat ketiga sebagai destinasi ramah Muslim secara keseluruhan.
Sejumlah pelaku industri pariwisata di Hong Kong juga meraih penghargaan serupa. Hong Kong Convention and Exhibition Centre, misalnya, dinobatkan sebagai pusat konvensi ramah Muslim terbaik, sementara Ngong Ping 360 meraih penghargaan atraksi wisata ramah Muslim terbaik.
Di sektor perhotelan, The Mira Hong Kong dan Kowloon Shangri-La Hong Kong juga dinobatkan sebagai hotel ramah Muslim terbaik.
Menurut Liew, dukungan industri ini menunjukkan komitmen kuat Hong Kong dalam menarik wisatawan Muslim dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
"Kepercayaan dan antusiasme wisatawan dari Indonesia dan seluruh dunia menjadi inspirasi bagi kami untuk terus menghadirkan pengalaman wisata yang lebih beragam dan berkualitas di Hong Kong," ujarnya.
Saat ini, tercatat sekitar 59 hotel di Hong Kong telah memiliki akreditasi ramah Muslim dari CrescentRating, sementara jumlah restoran halal dan restoran milik Muslim mencapai sekitar 195 lokasi.
HKTB juga terus mendorong berbagai inisiatif baru untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan Muslim, termasuk program kuliner khusus Ramadan di sejumlah hotel serta pengembangan panduan wisata Muslim yang tersedia dalam berbagai bahasa, termasuk Bahasa Indonesia.
(tfa/luc) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]