Amran Puji Prabowo saat Perang Arab Meletus, Diskon Pupuk 20% Lanjut
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman memastikan kebijakan diskon harga pupuk sebesar 20% untuk petani tetap berlanjut meski tensi geopolitik dunia sedang memanas. Amran mengatakan, kebijakan tersebut tidak akan dihentikan meskipun konflik global berpotensi mengganggu pasokan bahan baku pupuk.
"Berlanjut. Berlanjut. Itulah hebatnya presiden (Prabowo Subianto) kita," kata Amran dalam Konferensi Pers di Kantor Kementan, Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Ia mengakui dampak geopolitik seperti perang dan penutupan jalur perdagangan internasional, seperti Selat Hormuz, memang bisa memengaruhi pasokan bahan baku pupuk. Namun pemerintah telah menyiapkan alternatif sumber pasokan dari sejumlah negara.
"Kira-kira, apa yang menyulitkan kita? (dengan adanya perang hingga penutupan Selat Hormuz) Palingan sulit di bahan baku, pupuk. Tetapi, alternatifnya kita ambil dari Rusia, Laos, Australia. Kami sudah perhitungan semua," ujarnya.
Sebelumnya, pemerintah telah mengambil langkah besar dengan menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20% untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia. Kebijakan ini merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari revitalisasi sektor pupuk nasional.
Penurunan harga tersebut berlaku untuk pupuk Urea dan NPK yang menjadi kebutuhan utama petani. Harga pupuk Urea diturunkan dari Rp2.250 per kilogram menjadi Rp1.800 per kilogram, sementara harga pupuk NPK turun dari Rp2.300 per kilogram menjadi Rp1.840 per kilogram.
Pemerintah menilai kebijakan tersebut akan menurunkan biaya produksi petani sekaligus mendorong peningkatan produksi pangan nasional. Selain itu, langkah ini juga diharapkan mampu meningkatkan Nilai Tukar Petani (NTP) dan kesejahteraan petani.
(wur) Add
source on Google