Prabowo Bertemu 165 Tokoh Islam 3 Jam, Perang Iran Jadi Pembahasan
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto menggelar silaturahmi sekaligus dialog dengan para ulama, kiai, habaib, pimpinan pondok pesantren, dan tokoh masyarakat Islam di halaman tengah Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Pertemuan yang dihadiri sekitar 165 tokoh tersebut berlangsung selama kurang lebih tiga jam dan turut membahas perkembangan geopolitik global, termasuk konflik di Timur Tengah seperti serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran.
"Tokoh-tokoh Islam kita yang hadir pada malam hari ini. Total tadi sekitar 165 orang dan kurang lebih sekitar tiga jam bersama dengan bapak presiden," kata Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari saat memberikan keterangan pers.
Pertemuan itu juga dihadiri oleh tokoh pondok pesantren seperti KH Hasib Wahab, KH Yahya Zainul Ma'rif, KH Zaitun Rasmin, dan KH Marsudi Syuhud.
Ketua MPR Ahmad Muzani menjelaskan bahwa dalam pertemuan menjadi sarana mendengar pandangan langsung dari presiden terkait perkembangan geopolitik dan geoekonomi, yang terjadi beberapa waktu terakhir. Muzani juga menyampaikan berbagai kebijakan dan langkah yang diambil pemerintah untuk menjaga keutuhan serta kedaulatan negara. Ia mengeklaim para ulama dan tokoh islam memahami sikap itu sebagai kepentingan bangsa.
"Kami para kiai dan pimpinan agama antusias menyambut beliau dan mendukung beliau untuk berusaha sekeras-kerasnya untuk kemajuan bangsa dan untuk perdamaian di dunia wabil khusus Timur Tengah yang terjadi perang di Iran, atau bahkan jangan sampai merembet ke negara lain," kata Marsudi.
Ketua Majelis Ulama Indonesia Bidang Penanggulangan Bencana Nusron Wahid menyampaikan pertemuan itu dibahas mengenai dampak geopolitik dan perang yang terjadi di Palestina dan Iran.
"Ada yang menyangkut bagaimana pascaserangan daripada Israel dan Amerika terhadap Iran dan kemungkinan dampaknya terhadap Indonesia," kata Nusron.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menjelaskan kondisi kekinian tentang ekonomi dan sosial di Indonesia. Lebih lanjut, menurut dia, ulama dan pimpinan ormas islam juga bersepakat untuk menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah Indonesia. Selain itu, Prabowo juga berharap kepada ormas dan tokoh islam bersama dalam satu barisan memperjuangkan perdamaian di Timur Tengah.
"Terutama meredakan ketegangan. Jangan sampai perang terjadi antara Iran dengan Amerika serta akan berdampak terhadap gejolak di Timur Tengah," tuturnya.
Menteri ATR/Kepala BPN ini juga menyampaikan, sebelum melakukan silaturahmi dengan tokoh islam, presiden terlebih dahulu melakukan diskusi intensif dengan Rais Aam PBNU Miftachul K.H. Akhyar, Ketua Umum PB Muhammadiyah K.H Haedar Nashir, dan Ketua Umum MUI K.H. Anwar Iskandar.
source on Google [Gambas:Video CNBC]