Tetangga RI Kirim Pesawat Militer ke Timur Tengah, Gabung Perang?
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Australia mulai mengerahkan aset militer ke kawasan Timur Tengah di tengah meningkatnya konflik regional dan upaya mengevakuasi warga negaranya. Langkah ini dilakukan saat gelombang penerbangan yang membawa warga Australia yang terjebak di kawasan tersebut mulai tiba kembali di tanah air.
Perdana Menteri Anthony Albanese mengonfirmasi bahwa aset militer telah dikerahkan sebagai bagian dari rencana kontinjensi pemerintah.
Mengutip laporan SBS News, Kamis (5/3/2026), dua pesawat militer dikerahkan untuk mendukung respons pemerintah terhadap pecahnya konflik. Kedua pesawat tersebut adalah pesawat angkut berat Boeing C-17A Globemaster III milik Angkatan Udara Kerajaan Australia (RAAF) serta pesawat tanker dan transport multiguna Airbus KC-30A Multi-Role Tanker Transport.
Adapun penerbangan komersial pertama dari Dubai sejak perang pecah antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran pada Sabtu lalu mendarat di Sydney pada Rabu malam. Pesawat itu membawa lebih dari 200 warga Australia yang berhasil keluar dari kawasan konflik.
Albanese mengungkapkan bahwa penerbangan kedua menuju Sydney telah meninggalkan Dubai pada Kamis pagi waktu setempat, dan lebih banyak penerbangan dari Uni Emirat Arab diperkirakan akan segera menyusul.
Saya sangat khawatir dengan konflik ini, yang telah menyebar sangat cepat dan jauh lebih intens.Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong |
"Penerbangan lain, EK414, sedang berada di udara dengan lebih dari 200 warga Australia di dalamnya," kata Albanese dalam sidang House of Representatives of Australia pada Kamis.
Ia juga mengatakan dua penerbangan tambahan dijadwalkan berangkat dari UEA pada hari yang sama, meskipun kondisi di kawasan tersebut sangat tidak stabil.
"Kami tahu ada banyak warga Australia yang menunggu kesempatan untuk pulang," kata Albanese.
"Pemerintah Australia, UEA, dan negara-negara Teluk sedang bekerja keras untuk mengamankan lebih banyak penerbangan agar warga Australia dapat pulang secepat mungkin."
Langkah Australia ini dilakukan setelah pemerintah New Zealand terlebih dahulu mengumumkan akan mengirim dua pesawat angkatan pertahanan untuk memulangkan warganya dari kawasan yang dilanda konflik tersebut.
Pasukan Tempur
Sementara itu Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong pada Rabu menegaskan bahwa pemerintah tidak mempertimbangkan pengiriman pasukan Australia untuk terlibat dalam konflik, bahkan jika diminta oleh Amerika Serikat.
Ketika ditanya pada Kamis pagi mengenai keterlibatan personel militer, Wong menolak memberikan rincian spesifik tentang aset yang telah ditempatkan di lapangan. Namun ia menegaskan pemerintah sedang mempersiapkan berbagai kemungkinan.
Menurutnya, konflik yang terjadi saat ini berkembang jauh lebih cepat dari yang diperkirakan banyak pihak.
"Saya sangat khawatir dengan konflik ini, yang telah menyebar sangat cepat dan jauh lebih intens," kata Wong.
"Saya rasa kami tidak memperkirakan, atau mungkin tidak ada negara yang memperkirakan bahwa Iran akan merespons dengan cara seperti yang telah dilakukannya."
Â
(luc/luc) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]