Hotel RI Sepi Pengunjung saat Ramadan, di Yogyakarta Nasibnya Begini
Jakarta, CNBC Indonesia - Okupansi perhotelan Indonesia pada saat Ramadan 2026 cenderung mengalami penurunan. Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Maulana Yusranmengatakan okupansi hotel saat Ramadan biasanya cenderung sepi, di mana pada tahun ini, hanya mencapai sekitar 30-40%.
"Saat Ramadan, umumnya hotel sepi atau okupansi rendah, saat ini saja hanya mencapai sekitar 30-40%," kata Maulana saat dihubungi CNBC Indonesia, Kamis (5/3/2026).
Bahkan, ada beberapa daerah yang mencatat okupansinya hanya mencapai 10%.
"Malah ada yang okupansinya kecil banget, seperti di Yogyakarta, itu okupansinya hanya 10% saat Ramadan," lanjut Maulana.
Meski begitu, pihaknya berharap pada Lebaran 2026, okupansi hotel bisa meningkat seiring naiknya kunjungan wisatawan. Maulana menjelaskan, kenaikan okupansi biasanya terjadi hari kedua setelah hari raya Lebaran.
"Kalau kita mau lihat tren kenaikan itu umumnya itu di hari kedua setelah hari raya Idul Fitri, biasanya masyarakat mulai berwisata," jelasnya.
Perang Timur Tengah Meningkat Tak Memberikan Efek
Menjelang pertengahan Ramadan, timbul eskalasi di Timur Tengah yang meningkat akibat konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Hal ini membuat jamaah umrah yang akan melalukan ibadah tersebut di Ramadan, harus tertahan.
Namun, pihaknya belum melihat ada dampak langsung dan tidak langsung dari eskalasi ini.
"Belum ada dampaknya ya, hotel masih cenderung sepi saat ini, karena Ramadan biasanya memang sepi," ungkapnya.
Yusran menjelaskan, penyebab hotel belum berdampak dari ditundanya keberangkatan umrah karena biasanya jamaah umrah yang menginap di hotel sudah diatur oleh agen perjalanan.
"Belum ada dampaknya karena jemaah umroh biasanya sudah diatur oleh agent yg sudah menjadi mitra dari hotel yg diinapkan," terangnya.
(chd/wur) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]