MARKET DATA

BI Buka Suara Usai Fitch Pangkas Outlook Rating Utang RI Jadi Negatif

Zahwa Madjid,  CNBC Indonesia
04 March 2026 19:45
Gedung BI
Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Luthfi Rahman

Jakarta, CNBC Indonesia - Lembaga pemeringkat Fitch Ratings (Fitch) menyesuaikan outlook peringkat kredit Indonesia menjadi negatif pada 4 Maret 2026. Level 'BBB' untuk Indonesia menunjukkan batas bawah layak investasi. 

Menanggapi proyeksi tersebut, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menjelaskan afirmasi rating Indonesia pada BBB merefleksikan kepercayaan global terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang tetap kuat.

Adapun penyesuaian outlook diyakini tidak mencerminkan pelemahan fundamental perekonomian Indonesia.

"Prospek perekonomian Indonesia tetap kuat dan berdaya tahan. Kekuatan ekonomi Indonesia tercermin dari pertumbuhan ekonomi domestik yang tetap solid di tengah ketidakpastian global yang meningkat, inflasi yang tetap terkendali termasuk inflasi inti yang tetap rendah, serta nilai tukar Rupiah yang terus diperkuat melalui kebijakan stabilisasi nilai tukar di pasar NDF luar negeri (off-shore) maupun transaksi spot dan DNDF di pasar dalam negeri," ujar Perry dalam keterangan resminya dikutip Rabu (4/3/2026).

Perry pun menjelaskan stabilitas sistem keuangan juga tetap terjaga baik, ditopang likuiditas yang memadai, permodalan perbankan yang terjaga pada level tinggi, serta risiko kredit yang rendah.

Selain itu, digitalisasi sistem pembayaran yang meluas, ditopang oleh infrastruktur yang stabil, dan struktur industri yang sehat turut mendukung pertumbuhan ekonomi.

"Ke depan, Bank Indonesia memperkirakan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka menengah tetap solid dan menunjukkan tren meningkat, didukung oleh inflasi yang terkendali," ujarnya.

Bank Indonesia menjelaskan pada tahun 2026, pertumbuhan ekonomi diperkirakan berada dalam kisaran 4,9-5,7% dan meningkat pada 2027, dengan inflasi yang tetap terkendali sesuai sasaran target.

Ketahanan eksternal perekonomian Indonesia juga akan tetap kuat di tengah gejolak global, dengan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) terjaga sehat dan ditopang oleh kinerja neraca perdagangan yang solid.

"NPI pada tahun 2026 diperkirakan tetap baik dengan defisit transaksi berjalan yang tetap rendah dalam kisaran defisit 0,9-0,1% PDB," tulisnya.

(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Gak Hanya Melambat, Bos BI Ramal Ekonomi Dunia 2026 Antar Negara Pecah


Most Popular
Features