MARKET DATA
2025 Lampaui Target

SMF Incar Ikut Lagi Program Rumah Subsidi Griya Tuntas 2026

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
04 March 2026 17:45
(kiri-kanan) Martin Daniel Siyaranamual - Chief Economist SMF
- ⁠Bonai Subiakto - Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko SMF
- ⁠Ananta Wiyogo - Direktur Utama SMF
- ⁠Heliantopo - Direktur Bisnis SMF
- ⁠Primasari Setyaningrum - Corporate Secretary SMF dalam Konferensi Pers SMF di Artotel Senayan, Jakarta, Rabu (4/3/2026). (Ferry Sandi/ CNBC Indonesia)
Foto: Ferry Sandi

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menyalurkan kredit melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan program Griya Tuntas.

Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo menyebut perseroan memegang porsi 25% dalam pembiayaan FLPP setiap tahunnya. Skema ini dirancang untuk menjaga keberlanjutan kredit rumah bersubsidi dengan bunga tetap 5% selama 20 tahun.

"Dalam KPR FLPP, kami menyumbang adalah 25% dari total pembiayaan FLPP tiap tahunnya. Karena kita tahu suku bunga yang dibebankan program FLPP ini adalah fixed rate 5% tidak berubah untuk 20 tahun," kata Ananta dalam konferensi pers SMF di Jakarta, Rabu(4/3/2026).

Dalam struktur pembiayaan, 75% dana FLPP disalurkan melalui Tapera, sedangkan 25% melalui SMF dengan kombinasi Penyertaan Modal Negara (PMN) dan penerbitan surat utang. Hingga kini, kumulatif PMN yang diterima mencapai Rp17 triliun dan surat utang yang diterbitkan untuk mendukung skema tersebut sekitar Rp16,4 triliun.

"Selama ini kami mendapatkan PMN yang kumulatif itu 17 triliun, kami menerbitkan surat utang 16,4 triliun. Jadi total 25%-nya adalah 34,3 triliun untuk 904.000 unit rumah," ujarnya.

Sepanjang 2025, SMF menyalurkan porsi FLPP untuk 194.600 unit rumah dengan kebutuhan dana sekitar Rp8 triliun. Tak hanya fokus pada pembelian rumah baru, SMF juga menggarap sektor perbaikan rumah melalui program Griya Tuntas.

Program ini menyasar kelompok masyarakat berpenghasilan rendah dengan plafon pinjaman mikro rata-rata Rp3 juta hingga Rp5 juta dan maksimal Rp10 juta dengan tenor tiga tahun. Target pemerintah untuk 2025 sebesar 50.000 unit juga dilampaui.

Corporate Secretary SMF Primasari Setyaningrum menyampaikan, realisasi program perbaikan rumah tersebut melebihi target yang ditetapkan.

"Dalam program Griya Tuntas target dari kementerian PKP adalah sebesar 50.000 unit, namun realisasi kita mencapai 52.000 unit. Dan sampai dengan tahun ini kemungkinan besar kita masih akan tetap berpartisipasi dalam program Griya Tuntas tersebut," jelasnya.

(dce) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Warga Susah Beli Rumah Subsidi Gegara SLIK, Maruarar: Saya Minta Hapus


Most Popular
Features