Mahindra Bantah RI Batal Impor 35.000 Pikap, Ungkap Jadwal Pengiriman

Ferry Sandi, CNBC Indonesia
Rabu, 04/03/2026 17:40 WIB
Foto: Mobil Pickup Mahindra Scorpio. (Dok. Detikcom/Luthfi Anshori)

Jakarta, CNBC Indonesia - Produsen otomotif asal India, Mahindra & Mahindra (M&M/ Mahindra), buka suara terkait pemberitaan media yang menyebut Pemerintah Indonesia menghentikan pesanan impor kendaraan dari India, termasuk dari Tata Motors dan M&M. Klarifikasi ini disampaikan perusahaan pada Selasa (3/3/2026).

Sebelumnya diberitakan, Menteri Koperasi Indonesia Ferry Juliantono pada 26 Februari mengumumkan, impor 105.000 unit kendaraan-terdiri dari kendaraan 4x4 dan truk enam roda-akan ditangguhkan sementara menunggu pertemuan antara pemerintah dan parlemen. Kebijakan tersebut disebut memicu spekulasi terkait kelanjutan pesanan dari produsen otomotif India.

Menanggapi hal itu, Mahindra menegaskan, pihaknya tetap mengantongi pesanan ekspor terbesar dalam sejarah perusahaan untuk 35.000 unit kendaraan niaga ringan (Light Commercial Vehicles/LCV) yang akan dikirim tahun ini. Pesanan tersebut berasal dari badan usaha milik negara Indonesia, Agrinas Pangan Nusantara, untuk proyek Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).


Dilansir dari The Economic Times, perusahaan menyatakan hingga kini tidak menerima pemberitahuan lanjutan ataupun komunikasi resmi dari pihak Indonesia mengenai adanya penangguhan pasokan kendaraan tersebut. Mahindra juga mengungkapkan, pembayaran uang muka atas pengiriman unit sudah diterima.

Dalam kerja sama ini, Mahindra dan Agrinas Pangan Nusantara akan memasok kendaraan yang diklaim tangguh dan andal guna mendukung kelancaran distribusi bahan pangan segar dari petani langsung ke pasar. Kolaborasi ini ditujukan untuk memperkuat logistik pedesaan.

Pesanan tersebut terdiri atas 35.000 unit Scorpio pikap yang akan digunakan untuk menunjang operasional koperasi yang tengah dibentuk di berbagai wilayah Indonesia. Kendaraan ini dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat sistem logistik koperasi.

CEO Divisi Otomotif M&M, Nalinikanth Gollagunta, mengatakan pikap produksi Mahindra dirancang untuk beroperasi di medan berat dengan biaya operasional yang tetap efisien.

"Pikap kami dirancang untuk bekerja dalam kondisi sulit dengan tetap menjaga biaya operasional serendah mungkin," ujarnya.

Ia menambahkan, volume yang dikomitmenkan dalam kemitraan ini akan memberikan dorongan signifikan terhadap operasi internasional perusahaan, bahkan setara dengan total volume ekspor yang dicapai pada tahun fiskal 2025.

Mahindra memproduksi Scorpio pikap di pabrik Nashik, India. Model ini secara global dikenal memiliki daya tahan tinggi, kapasitas angkut besar, serta biaya operasional yang rendah. Dengan kontrak ekspor besar ke Indonesia ini, perusahaan optimistis kinerja bisnis internasionalnya akan terdongkrak signifikan sepanjang tahun berjalan.


(dce) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Selat Hormuz Ditutup, Industri Otomotif Dunia Terancam Lumpuh