Stok BBM RI Cuma 20 Hari, Bahlil: Memang Daya Tampungnya Gak Ada

Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
Rabu, 04/03/2026 15:55 WIB
Foto: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan alasan stok BBM Indonesia hanya mencapai 20 hari. Pernyataan itu sempat menimbulkan kekhawatiran di masyarakat, usai Selat Hormuz, Iran ditutup.

Kekhawatiran mucul karena penutupan jalur utama perdagangan perdagangan minyak global. Bahkan Pertamina juga mengungkapkan bahwa 19% impor minyak Indonesia berasal dari Timur Tengah yang melewati Selat Hormuz.

Namun menurut Bahlil stok 20 hari itu memang kapasitas tampung maksimal untuk BBM di dalam negeri. "Jangan salah persepsi, memang sejak lama kemampuan storage kita di RI ini tidak lebih dari 21 - 25 hari. Jadi standar nasional minimal itu di 20 - 21 hari, maksimal 25 hari," katanya, di kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (4/3/2026).


Bahlil juga menjelaskan dari laporan Pertamina, stok BBM Indonesia saat ini sudah mencapai 22-23 hari.

"Kenapa kita gak melakukan persediaan lebih dari 25 hari, kalau diadakan mau disimpan di mana? storagenya gak cukup. Jadi mohon diluruskan, bukan kita gak bisa menyiapkan lebih dari 25 hari, karena memang daya tampungnya gak ada," kata Bahlil.

Lebih lanjut, Bahlil menjelaskan Presiden Prabowo Subianto juga sudah memerintahkan untuk membangun kilang penampungan BBM, supaya ketahanan energi Indonesia bisa lebih lama. Targetnya kapasitas penampungan yang diharapkan bisa mencapai stok BBM selama 3 bulan.

"Insya Allah storage-nya sampai 3 bulan ini lah standar minimum konsensus global," tutur Bahlil.


(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Efek RI Impor Minyak hingga BBM Dari AS Senilai USD 15 Miliar