MARKET DATA

Dorong Pembangunan Berkelanjutan, WED 2026 Resmi Digelar

Elga Nurmutia,  CNBC Indonesia
04 March 2026 14:22
World Engineering Day for Sustainable Development
Foto: Pembukaan World Engineering Day for Sustainable Development (Elga).

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia menjadi tuan rumah World Engineering Day for Sustainable Development (WED) 2026. Ajang ini diharapkan menjadi forum untuk meningkatkan pengakuan sosial terhadap para insinyur sekaligus mendorong peran insinyur dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia maupun dunia.

Presiden World Federation of Engineering Organizations (WFEO), Er. Seng Chuan Tan mengatakan, pihaknya bangga dapat menyelenggarakan WED 2026 dengan menggandeng Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Melalui WED 2026, WFEO akan membagikan berbagai ilmu tertentu bersama dengan tokoh-tokoh penelitian di Indonesia.

Dalam kesempatan kali ini, Seng Chuan Tan turut mengumumkan hadirnya dua pilar utama, yakni World Academy of Engineering dan WFEO Institute. Ia menyebut, World Academy of Engineering bertujuan untuk menghimpun berbagai jenis penelitian sekaligus sosok peneliti terbaik di dunia di bawah naungan WFEO. Pilar ini juga menjadi wadah bagi para peneliti di Indonesia untuk bergabung dan berkontribusi di World Academy of Engineering.

Pilar kedua yaitu WFEO Institute berasal dari pengembangan WFEO Academy yang menjadi platform untuk mengembangkan karir para peneliti. WFEO Institute juga menyediakan sertifikasi untuk profesi insinyur agar mereka bisa bekerja lintas negara.

"WFEO memiliki 100 anggota negara, setengah dari negara tersebut dan kami bisa mendukung penelitian untuk mereka belajar kemampuan baru di negara lain dan profesionalnya mereka dikenal. Kami juga berkolaborasi dengan universitas di seluruh dunia," ujar dia dalam World Engineering Day for Sustainable Development (WED) 2026, Rabu (4/3/2026).

Seng Chuan Tan menyebut, pihaknya telah bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk melakukan berbagai penelitian, misalnya terkait perubahan iklim, kenaikan permukaan air laut, hingga adaptasi terhadap tantangan iklim. Dari situ, WFEO dapat bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia untuk menyediakan solusi untuk menjawab tantangan teknologi.

Sementara itu, Ketua Umum PII, Ilham Akbar Habibie menyatakan, WED 2026 telah memfasilitasi banyak pertemuan internal dengan beberapa pihak terkait di bidang penelitian. Selanjutnya, WED 2026 juga menggelar berbagai diskusi mengenai tema-tema yang penting untuk dunia dan Indonesia. Di antaranya adalah keberlanjutan dan digitalisasi seperti adopsi teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligent (AI).

"Artificial Intelligence yang memang kita harus perhatikan sebagai engineer tapi juga sebagai negara dan bangsa ini adalah sesuatu hal yang akan mendatangkan sendiri dampak yang luar biasa, di mana kita selalu sadar sebagai engineer apapun yang kita lakukan di pusat perhatian kita bukan teknologi, bukan digitalisasi, bukan inovasi tapi adalah kemanusiaan. Kita membuat inovasi ini untuk memperbaiki kualitas hidup untuk semua," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menuturkan, Indonesia adalah negara pertama di ASEAN yang menyelenggarakan kegiatan WED sekaligus UNESCO AI Readiness Assessment yang menyiapkan kerangka hukum, etika, dan sosial untuk AI. Meski begitu, ia menyadari masih ada tantangan yang dihadapi seperti kurangnya insinyur di Tanah Air.

"Oleh karena itu pemerintah mendorong, termasuk untuk pengembangan semikonduktor, kita butuh 15 ribu engineers. Ini tugasnya Pak Ilham (PII) untuk mendukung," kata dia.

Dia melanjutkan, untuk Indonesia sendiri, pengembangan AI Generatif berpotensi menciptakan pasar sebesar US$ 243,5 miliar dari total ekonomi nasional. Permintaan AI juga tergolong tinggi seiring kehadiran perusahaan pemilik teknologi raksasa di sektor AI, cloud, dan data center. Indonesia juga berpeluang menciptakan 1,8 juta pekerjaan hijau (green jobs) berkat adanya transisi ekonomi hijau sampai 2030.

"Tentu kerja sama antara Institute of Engineers, Engineers Global, dan juga para pengusaha ini sangat dibutuhkan agar kita bisa mencapai pembangunan yang kita harapkan dengan kekuatan engineers sendiri," tandas dia.

Untuk diketahui, World Engineering Day ditetapkan oleh UNESCO pada 2019 dan pertama kali diperingati secara global pada 2020. Agenda yang mengusung tema "Smart Engineering for Sustainable Future through Innovation and Digitalization" ini menyoroti kontribusi vital para insinyur dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

WED 2026 diikuti oleh 600 peserta dari 39 negara. Adapun negara yang dimaksud adalah Andorra, Bangladesh, Belgium, Cameroon, Chad, China, Costa Rica, Egypt, France, Germany, Ghana, Greece, Haiti, India, Indonesia, Iran, Iraq, Italy, Kenya, Lebanon, Malaysia, Mexico, Myanmar (Burma), Nepal, Nigeria, Peru, Portugal, Qatar, Russia, Singapore, Somalia, South Africa, Switzerland, Tunisia, Uganda, United Arab Emirates, United Kingdom, United States, Zimbabwe.

(dpu/dpu) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Pegadaian Dorong Pendidikan di Timur Indonesia Lewat "Kapal Literasi"


Most Popular
Features