Produksi Nikel RI Dipotong, ESDM: Jika Dikuras Terus 20 Tahun Habis
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan, bahwa pihaknya akan memangkas produksi nikel di dalam negeri melalui persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) di tahun 2026 ini.
Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno menjabarkan, bahwa target produksi nikel dalam RKAB tahun ini di kisaran 260 juta ton. Jika eksploitasi nikel dilakukan terus menerus secara masif, pemerintah khawatir cadangan nikel yang tersisa saat ini tidak mencukupi hingga ke generasi selanjutnya.
"Kalau terus-terusan kita ibaratnya dikuras terus-terusan, kita nggak sampai 20 tahun habis. Selesai. Nah ini sambil mencari cadangan baru, kita juga ngerem. Dan kebetulan 65% produksi dunia itu dari kita," ujar Tri saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Kementerian ESDM mencatat, 65% produksi nikel dunia berasal dari Indonesia. Hal ini seharusnya membuat posisi tawar Indonesia di pasar global lebih besar berkaitan dengan harga.
Nah, upaya pemangkasan produksi nikel Indonesia ini diharapkan bisa menaikkan harga nikel. Terbukti, harga nikel sudah mengalami kenaikan dari kisaran US 14.00 menjadi sekitar US$ 17.000.
Sebagai ganti dari pemangkasan produksi nikel, kebutuhan industri akan nikel sebagian akan dipenuhi melalui impor nikel dari Filipina.
"Nah oleh karena itu kita coba untuk mengontrol. Ini kita yang punya barang tapi kita nggak bisa ngapa-ngapain gimana? Oh ternyata oversupply kemarin sekitar 250 ribu ton. Jadi kita berusaha untuk ke sana," tambahnya.
Tri juga membandingkan strategi Indonesia dengan negara lain seperti China yang cenderung menyimpan cadangan nikel mereka sendiri dan tidak melakukan penambangan secara masif.
"Sekarang ginilah, Cina itu dia nggak nambang nikelnya. Nah terus sementara nanti kita nambang terus-terusan, terus habis itu pada saat harga tinggi, udah nggak ada kita terus gimana? Sumber daya alam apa yang kita punya kira-kira bisa mensubstitusi untuk penerimaan kita," tandasnya.
(pgr/pgr) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]