Mengejutkan! Bioskop RI Didominasi Film Lokal, Hollywood Cs Tersingkir

Ferry Sandi, CNBC Indonesia
Rabu, 04/03/2026 14:05 WIB
Foto: Suasana bioskop Megaria 21. (Istimewa)

Jakarta, CNBC Indonesia - Industri perfilman nasional menunjukkan taji di kandang sendiri. Di tengah tekanan daya beli dan gempuran film impor, film Indonesia justru tampil dominan sepanjang 2025.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) Suprayitno mengungkapkan, berdasarkan data yang dirilis pemerintah dan dihimpun dari anggota GPBSI, jumlah penonton film nasional tahun lalu menembus angka signifikan.

"Sepanjang 2025, penonton film nasional sudah tembus 80,27 juta. Itu angka yang sangat besar," ujarnya kepada CNBC Indonesia, Rabu (4/3/2026).


Capaian tersebut tak sekadar angka, melainkan gambaran perubahan peta persaingan di layar lebar. Film nasional kini tak lagi sekadar pelengkap di antara dominasi film impor.

"Market share film nasional sudah mencapai sekitar 60%. Artinya sudah mendominasi dibanding film impor," katanya.

Foto: Ilustrasi bioskop. (Gallery Cinema XXI)
Ilustrasi bioskop. (Gallery Cinema XXI)

Dominasi ini terasa kuat tidak hanya di kota besar, tetapi juga di daerah. Antusiasme masyarakat terhadap karya dalam negeri disebut semakin merata. Tren ini membuktikan bahwa selera penonton Indonesia semakin percaya diri terhadap produksi lokal, baik dari sisi kualitas cerita maupun teknis.

Ia mencontohkan bagaimana sejumlah judul film mampu mencetak rekor penonton meski kondisi ekonomi makro tengah menantang.

"Terbukti dua kali rekor penonton pecah di 2025. Itu menunjukkan kalau filmnya menarik, masyarakat tetap datang ke bioskop," jelasnya.

Salah satu film yang mencuri perhatian adalah Agak Laen yang berhasil menembus lebih dari 11 juta penonton dan menjadi fenomena tersendiri di industri. Keberhasilan film-film tersebut menjadi sinyal kuat bahwa perfilman nasional telah memasuki fase baru, di mana kualitas produksi mampu bersaing secara komersial.

"Film nasional sekarang luar biasa, sudah jadi tuan rumah di negeri sendiri," tegas Suprayitno.

Momentum ini harus dijaga dengan konsistensi kualitas dan keberanian eksplorasi genre agar dominasi tersebut tidak bersifat sementara.

"Kalau kualitas terus dijaga dan ceritanya dekat dengan masyarakat, film nasional akan tetap unggul di pasar sendiri," pungkasnya.


(fys/wur) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Badan Atom Ungkap Tak Ada Bukti Iran Bikin Senjata Nuklir