Internasional

Situasi Terkini Arab, Trump Bakal Kirim Tentara AS ke Selat Hormuz

tfa, CNBC Indonesia
Rabu, 04/03/2026 09:40 WIB
Foto: via REUTERS/U.S. Navy

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketegangan di Timur Tengah kian memanas dan berdampak langsung ke ekonomi global. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan tentara Angkatan Laut AS siap mengawal kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz, menyusul meningkatnya risiko serangan di jalur vital tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Trump di tengah eskalasi konflik dengan Iran, yang menurutnya berpotensi menyerang lebih dulu. Jalur Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran minyak terpenting dunia, sehingga gangguan sekecil apa pun langsung memicu lonjakan harga energi dan kekhawatiran pasar.

"Jika perlu, Angkatan Laut Amerika Serikat akan mulai mengawal kapal tanker melalui Selat Hormuz sesegera mungkin," tulis Trump di platform Truth Social miliknya, Selasa waktu setempat, seperti dikutip AFP, Rabu (4/3/2026).


Trump juga memerintahkan Washington untuk menyediakan skema asuransi bagi pengiriman komersial. Pernyataan ini sempat menenangkan pasar. Saham AS memangkas kerugian, meski harga minyak mentah tetap bergerak naik.

Di sisi lain, Trump memberikan pembenaran atas operasi gabungan AS-Israel terhadap Iran. Ia membantah bahwa Tel Aviv memaksanya bertindak, sekaligus mengklaim langkah tersebut diambil demi mencegah serangan lebih dulu dari Teheran.

"Saya pikir mereka (Iran) akan menyerang terlebih dahulu. Dan saya tidak ingin itu terjadi," ujar Trump saat menjamu Kanselir Jerman Friedrich Merz di Ruang Oval. "Jadi, jika ada, saya mungkin telah memaksa Israel untuk bertindak."

Pernyataan ini berbeda dengan penjelasan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, yang sehari sebelumnya. Rubio menyebut Washington bergerak setelah mengetahui Israel akan lebih dulu menyerang.

Trump juga mengklaim kekuatan militer Iran telah "terpukul telak". "Hampir semuanya telah dihancurkan," katanya, seraya menyebut angkatan laut, angkatan udara, dan sistem radar Iran telah dinonaktifkan.

Namun, ia tidak merinci rencana politik pasca konflik di Teheran. Trump bahkan menyebut "sebagian besar orang yang kami pertimbangkan telah meninggal", merujuk pada ketidakpastian kepemimpinan Iran setelah tewasnya pemimpin tertinggi Ali Khamenei dalam serangan akhir pekan lalu.

Salah satu tujuan utama operasi ini, menurut Trump, adalah menghentikan program nuklir Iran. Seorang pejabat senior AS mengatakan Teheran "pada dasarnya hanya beberapa hari atau minggu lagi" dari kepemilikan senjata nuklir.

Trump menegaskan sudah "terlambat" bagi Iran untuk kembali ke meja perundingan. Pemerintah AS juga memastikan tidak ada kontak rahasia dengan Iran sejak serangan dimulai.


(tfa/sef) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Iran Serang Kapal Tanker Sekutu AS Yang Lintasi Selat Hormuz