Selat Hormuz Ditutup, Amran Buka-bukaan Nasib Pupuk Urea
Jakarta, CNBC Indonesia - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang berujung pada penutupan Selat Hormuz memicu kekhawatiran gangguan pasokan pupuk global. Namun pemerintah memastikan kebutuhan urea untuk sektor pertanian nasional tetap terkendali.
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman memastikan penyaluran pupuk untuk kebutuhan domestik tetap berjalan lancar, meskipun jalur strategis, Selat Hormuz, ditutup imbas konflik Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).
"Nggak terhambat, aman sudah pupuknya sudah masuk," kata Amran saat ditemui di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Selat Hormuz sendiri dikenal sebagai jalur utama pengiriman urea dari negara-negara Teluk, antara lain Qatar, Iran, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Bahrain. Selain itu, perairan ini memegang peran krusial sebagai lintasan strategis perdagangan minyak dan gas global.
Meski demikian, Amran menyebut stok pupuk nasional dalam kondisi aman. Bahkan, realisasi pasokan dari luar negeri sepanjang Januari hingga Februari 2026 tercatat meningkat signifikan.
Menurutnya, impor pupuk pada dua bulan pertama tahun ini naik hingga 40% dibandingkan periode sebelumnya. Artinya, suplai sudah diamankan sebelum eskalasi konflik semakin memanas.
Namun Amran tak menampik dampak lanjutan dari konflik tersebut. Ia memperkirakan tekanan global berpotensi mendorong kenaikan harga bahan baku pupuk.
"Ini hampir pasti harga bahan baku bisa naik, pupuk," ujarnya.
Kendati ada potensi lonjakan harga, pemerintah menilai risiko gangguan pasokan relatif terkendali karena Indonesia tidak bergantung pada satu kawasan saja. Sumber impor pupuk Indonesia tersebar di sejumlah negara besar.
Amran menyebut Kanada, China, dan Rusia sebagai pemasok utama pupuk bagi Indonesia. Dengan diversifikasi tersebut, pemerintah optimistis kebutuhan dalam negeri tetap terpenuhi.
"Iya, Rusia aman. Banyak, sumber-sumber kita banyak. Jadi nggak masalah," ucap dia.
Sebagai informasi, Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz. Bahkan negeri itu kini mengancam semua kapal yang nekad lewat akan ditembak. Pernyataan itu disampaikan oleh seorang komandan di Korps Garda Revolusi Iran (IRGC)
"Selat itu ditutup. Jika ada yang mencoba melewatinya, para pahlawan Garda Revolusi dan angkatan laut reguler akan membakar kapal-kapal itu," kata Ebrahim Jabari, penasihat senior untuk panglima tertinggi IRGC, dimuat Selasa (3/3/2026).
source on Google [Gambas:Video CNBC]