Kapan Proyek Peternakan Rp20 T Danantara Beres? Begini Jawaban Amran

Martyasari Rizky, CNBC Indonesia
Selasa, 03/03/2026 16:35 WIB
Foto: Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman saat melepas ekspor unggas dan produk turunannya di Lapangan Parkir Kementan, Jakarta, Selasa (3/3/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mulai mengakselerasi proyek peternakan ayam terintegrasi berskala besar yang digadang-gadang menjadi tulang punggung pasokan protein nasional. Proyek dengan dukungan pendanaan Rp20 triliun dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) itu dipastikan sudah masuk tahap awal pembangunan di tahun ini.

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan, proyek tersebut akan dikembangkan di lima wilayah dan saat ini sudah memasuki fase konstruksi awal. Targetnya, pembangunan rampung dalam waktu relatif singkat.

"Itu peternakannya ada lima wilayah. Kita sudah groundbreaking. Kita bangun mulai ini tahun, mudah-mudahan maksimal dua tahun sudah selesai. Kalau bisa 1,5 tahun," kata Amran saat ditemui di Kantor Kementan, Jakarta, Selasa (3/3/2026).


Sebagai informasi, proyek ini dirancang sebagai ekosistem terintegrasi dari hulu ke hilir. Artinya, pengembangan tidak hanya fokus pada produksi ayam, tetapi juga mencakup pembibitan, pakan, layanan kesehatan hewan, hingga pengolahan dan distribusi produk akhir.

Adapun groundbreaking fase I sendiri telah dilakukan pada Jumat (6/2/2026) lalu, di enam lokasi berbeda. Langkah ini menjadi bagian awal dari agenda besar hilirisasi sektor perunggasan nasional.

Program ini tak lepas dari kebutuhan tambahan untuk mendukung pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah memperkirakan kebutuhan ekstra untuk program tersebut mencapai 1,1 juta ton daging ayam dan 774.000 ton telur per tahun. Dengan skala tersebut, penguatan produksi dinilai menjadi keharusan.

Dari sisi hulu, ekosistem yang dibangun akan memperkuat pembibitan ayam berbasis Grand Parent Stock (GPS), Parent Stock (PS), hingga Final Stock (FS). Di saat bersamaan, pemerintah juga menyiapkan pengembangan industri pakan berbasis bahan baku domestik agar ketergantungan impor bisa ditekan.

Tak berhenti di situ, proyek ini juga mencakup peningkatan layanan kesehatan hewan, pembangunan rumah potong hewan unggas (RPHU) lengkap dengan fasilitas rantai dingin (cold chain), hingga fasilitas pengolahan daging dan telur. Dukungan logistik dan pemasaran turut menjadi bagian dari skema agar rantai pasok berjalan efisien.


(dce) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Danantara Kucurkan Dana Rp 23 T Untuk Garuda Group