Erdogan Respons Perang Iran VS AS-Israel Meluas ke Arab, Teriak Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyerukan diakhirinya "pertumpahan darah" menyusul memanasnya konflik Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Erdogan juga menyatakan kesiapan Ankara membantu mendorong gencatan senjata agar ketegangan kawasan segera mereda.
"Kami berada di pihak perdamaian," katanya saat berpidato di hadapan kader Partai AKP di Ankara, Senin waktu setempat, seperti dikutip AFP, Selasa (3/3/2026).
"Kami menginginkan diakhirinya pertumpahan darah, agar air mata berhenti mengalir dan agar kawasan kita akhirnya mencapai perdamaian abadi yang telah diidamkan selama bertahun-tahun," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Erdogan menegaskan Turki tidak menginginkan eskalasi konflik dengan negara-negara tetangga. Terlebih, saat ini umat muslim berada di bulan suci Ramadan.
"Kami tidak menginginkan konflik atau perang dengan tetangga kami selama bulan suci Ramadan ini," ujarnya.
Erdogan juga menilai serangan yang dilakukan AS dan Israel pada Sabtu lalu, yang memicu pembalasan Teheran, sebagai tindakan "ilegal". Meski menjaga hubungan kerja dengan Presiden AS Donald Trump, Erdogan kerap melontarkan kritik tajam terhadap Israel.
"Kami akan mengintensifkan kontak kami di semua tingkatan hingga gencatan senjata disepakati dan ketenangan dipulihkan di wilayah kami," kata Erdogan mengaku berduka atas penderitaan warga sipil, termasuk anak-anak, di Iran akibat konflik tersebut.
Turki, negara mayoritas Muslim Sunni dan anggota NATO, memiliki perbatasan sekitar 500 kilometer dengan Iran. Sejauh ini Ankara belum menjadi sasaran langsung pembalasan Teheran, meski Iran dilaporkan mengerahkan drone dan rudal ke sejumlah negara di kawasan dengan target kepentingan Amerika Serikat.
(tfa/sef) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]