MARKET DATA
Internasional

China Bela Iran, Sebut Punya Hak Lawan Perang AS-Israel

tfa,  CNBC Indonesia
03 March 2026 08:39
Dalam foto yang dirilis oleh Kantor Berita Xinhua ini, Wang Yi, anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis China (CPC) dan direktur Kantor Komisi Pusat CPC untuk Luar Negeri, menghadiri Pertemuan ke-13 BRICS Nasional Penasihat Keamanan dan Perwakilan Tinggi untuk Keamanan Nasional di Johannesburg, Afrika Selatan, Selasa, 25 Juli 2023. China mencopot menteri luar negeri Qin Gang yang terkadang blak-blakan pada hari Selasa dan menggantikannya dengan pendahulunya Wang Yi pada pertemuan yang dijadwalkan tidak biasa, sebuah langkah yang telah memicu desas-desus tentang apa yang mungkin terjadi dengan elit Partai Komunis negara itu. (Zhang Yudong/Xinhua via AP)
Foto: (AP/Zhang Yudong)

Jakarta, CNBC Indonesia - China secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Iran untuk membela kedaulatan dan hak bela diri di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Sikap ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri China Wang Yi.

Dalam pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Senin, Wang menegaskan bahwa Beijing mendukung Teheran dalam membela diri dari serangan Amerika dan Israel. Sebelumnya satu warga China dilaporkan tewas di iran karena serangan AS dan Israel.

"China menghargai persahabatan tradisional antara China dan Iran, mendukung Iran dalam membela kedaulatan, keamanan, integritas teritorial, dan martabat nasionalnya, serta mendukung Iran dalam melindungi hak dan kepentingannya yang sah," kata Wang, dikutip media pemerintah China, CCTV, Selasa (3/3/2026).

Wang juga menegaskan bahwa China telah mendesak AS dan Israel untuk segera menghentikan operasi militer guna mencegah konflik meluas di kawasan.

Dalam percakapan terpisah dengan Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi, Wang menuduh Washington dan Tel Aviv telah melanggar tujuan serta prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan sengaja memicu perang melawan Iran.

"China juga bersedia memainkan peran konstruktif, termasuk menegakkan keadilan, berupaya mencapai perdamaian, dan menghentikan perang melalui platform Dewan Keamanan PBB," ujar Wang kepada Albusaidi, yang selama ini berperan sebagai mediator dalam pembicaraan antara Iran dan AS.

Dalam komunikasi lainnya dengan Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, Wang memperingatkan risiko dunia kembali ke "hukum rimba" jika negara-negara besar bertindak sepihak.

"Negara-negara besar tidak dapat secara sewenang-wenang menyerang negara lain hanya berdasarkan keunggulan militer mereka," kata Wang juga menekankan bahwa isu nuklir Iran pada akhirnya harus dikembalikan ke jalur penyelesaian politik dan diplomatik.

Pernyataan Wang tersebut muncul setelah ratusan orang dilaporkan tewas di Iran sejak Sabtu, menyusul serangan AS dan Israel terhadap puluhan target di negara itu. Iran kemudian merespons dengan meluncurkan gelombang rudal dan drone ke Israel, negara-negara Teluk, serta pangkalan militer Inggris di Siprus.

Hingga kini, empat personel militer AS dilaporkan tewas. Sementara Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa perang dengan Iran berpotensi berlangsung selama berminggu-minggu.

(tfa/sef) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Iran Siaga 1 Perang Lawan AS, Borong Rudal Supersonik China


Most Popular
Features