Mengenal Operasi Epic Fury: 36 Jam AS-Israel Bom Iran, Bunuh Khamenei
Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) melancarkan kampanye udara besar-besaran bertajuk Operasi Epic Fury terhadap Iran selama 36 jam pertama, dengan koordinasi ketat bersama serangan paralel Israel yang diberi nama Operasi Roaring Lion. Serangan dimulai pada 28 Februari pukul 09.45 waktu Teheran dan menghantam lebih dari 1.000 sasaran strategis hanya dalam 24 jam pertama.
Komando Pusat AS atau US Central Command (CENTCOM) menyebut Operasi Epic Fury sebagai konsentrasi kekuatan udara terbesar AS di Timur Tengah sejak invasi Irak pada 2003. Operasi ini digelar setelah perundingan terkait program senjata nuklir dan rudal balistik Iran gagal mencapai kesepakatan.
"Pasukan CENTCOM menyerang target untuk melumpuhkan aparat keamanan rezim Iran, dengan memprioritaskan lokasi yang menimbulkan ancaman langsung," ujar CENTCOM dalam pernyataan resminya, dikutip Senin (2/3/2026).
Mengambil pelajaran dari strategi Operasi Badai Gurun, CENTCOM memusatkan serangan pada pusat-pusat kekuasaan utama Iran, termasuk struktur kepemimpinan, sistem komando dan kendali, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) beserta markas gabungannya, markas Angkatan Udara IRGC, sistem pertahanan udara terpadu, lokasi rudal balistik, aset laut seperti kapal dan kapal selam, rudal anti-kapal, hingga pusat komunikasi militer.
Seorang pejabat senior pemerintahan AS mengatakan keputusan melakukan serangan paralel AS-Israel diambil untuk melemahkan kemampuan Iran dalam melakukan pembalasan. Sejumlah media internasional melaporkan operasi tersebut didasarkan pada intelijen yang mengidentifikasi lokasi tepat Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, meskipun otoritas AS tidak merinci hasil akhir terhadap target individu tersebut.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan dimulainya kampanye udara melalui unggahan media sosial sebelum fajar. Dalam pernyataannya, Trump menjanjikan serangan "besar-besaran" dan menyerukan rakyat Iran untuk bangkit melawan pemerintah mereka. Pejabat AS menyebut operasi akan berlangsung selama beberapa hari, dengan eskalasi berlanjut pada hari kedua, 1 Maret.
Meski mengklaim telah memberikan pukulan telak, AS dan Israel menghadapi serangan balasan dari Iran berupa peluncuran rudal dan drone yang menyasar pangkalan militer AS di kawasan serta target sipil di negara-negara tuan rumah. Tiga personel militer AS dilaporkan tewas dan lima lainnya mengalami luka berat, menurut pejabat AS. Selain itu, sedikitnya selusin warga sipil tewas akibat serangan balasan tersebut.
Senjata "Epic Fury": Dari B-2 hingga Drone Murah
Pada 1 Maret, CENTCOM memaparkan daftar sistem senjata yang digunakan, tanpa merinci jumlah, serta menyebut adanya "kemampuan khusus yang tidak dapat kami sebutkan di sini". Berikut daftarnya:
Pesawat dan Platform Udara
1. B-2 Spirit: Melakukan misi pulang-pergi langsung dari AS untuk menghantam lokasi rudal balistik yang diperkuat, menggunakan bom berpemandu 2.000 pon. Data terbuka mengindikasikan empat unit terlibat pada gelombang awal.
2. F-35 Lightning II: Sekitar 30 unit siluman multiperan dari berbagai sayap Angkatan Udara AS dan satu skuadron F-35C Korps Marinir dari kapal induk USS Abraham Lincoln.
3. F-22 Raptor: Sekitar selusin unit dikerahkan ke Israel untuk pertama kalinya dalam operasi tempur, kemungkinan besar menjalankan peran superioritas udara dan pengawalan.
4. F-16 Fighting Falcon: Puluhan unit, termasuk varian Wild Weasel untuk penindasan pertahanan udara musuh (SEAD).
5. A-10 Thunderbolt II: Sedikitnya satu skuadron berada di kawasan, dengan peran belum dirinci.
6. F-15E Strike Eagle: Beberapa skuadron hadir; rekaman CENTCOM menunjukkan keterlibatan pada 24 jam pertama.
7. EA-18 Growler: Pesawat perang elektronik dari dua kapal induk-USS Gerald R. Ford dan USS Abraham Lincoln-untuk mengacaukan pertahanan udara.
8. E-3 Sentry AWACS & E-2D Hawkeye: Platform peringatan dini dan kendali udara untuk manajemen pertempuran.
9. E-11 BACN: Pesawat relai komunikasi udara.
10. P-8 Poseidon: Patroli maritim, termasuk pengawasan Selat Hormuz.
11. RC-135 Rivet Joint: Pesawat intelijen sinyal bernilai tinggi.
12. MQ-9 Reaper: Drone andalan untuk ISR dan serangan presisi.
13. KC-46 Pegasus & KC-135 Stratotanker: Armada pengisian bahan bakar udara.
14. C-17 Globemaster III & C-130: Pengangkutan logistik dan personel.
Platform Lain
1. Drone LUCAS (Low-Cost Uncrewed Combat Attack System): Drone serang satu arah berbiaya rendah yang dimodelkan dari Shahed Iran. "Untuk pertama kalinya, satuan tugas kami menggunakan drone serang satu arah dalam pertempuran," kata CENTCOM.
2. HIMARS (M-142): Menembakkan rudal jarak pendek generasi baru Precision Strike Missile (PrSM), menurut analis.
3. Kapal Perusak Rudal Terkendali: Sejumlah kapal perusak Angkatan Laut menembakkan rudal jelajah Tomahawk ke sasaran darat Iran.
Dengan skala serangan, koordinasi AS-Israel, dan spektrum senjata dari pembom siluman hingga drone murah, Operasi Epic Fury menandai fase baru konfrontasi di Timur Tengah. Situasi ini meningkatkan risiko eskalasi regional di tengah upaya AS menekan kemampuan militer Iran secara cepat dan mendalam.
(tfa/sef) Add
source on Google