Segini Nilai Impor dan Ekspor RI yang Melewati Selat Hormuz

Zahwa Madjid, CNBC Indonesia
Senin, 02/03/2026 13:45 WIB
Foto: Peta yang menunjukkan Selat Hormuz dan Iran terlihat di belakang jaringan pipa minyak cetak 3D dalam ilustrasi. (REUTERS/Dado Ruvic)

Jakarta, CNBC Indonesia - Selat Hormuz merupakan salah satu jalur perdagangan internasional Indonesia. Selat itu kini ditutup Iran setelah diserang Amerika Serikat dan Israel, hingga pemimpin tertingginya tewas, yakni Ayatollah Ali Khamenei.

Mengutip catatan Badan Pusat Statistik (BPS), Selat Hormuz menjadi jalur perdagangan Indonesia dengan negara-negara Timur Tengah. Selain dengan Iran itu sendiri, juga dengan Uni Emirat Arab (UEA) hingga Oman.

"Ekspor impor dari negara jalur Selat Hormuz yaitu Iran, Oman, dan UEA," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers di kantor pusat BPS, Jakarta, Senin (2/3/2026).


Untuk impor non migas Indonesia yang melalui Selat Hormuz, di antaranya berasal dari Iran senilai US$ 8,4 juta sepanjang 2025 silam. Terdiri dari buah-buahan HS08 US$ 5,9 juta, besi dan baja US$ 0,8 juta, serta mesin dan peralatan mekanis atau HS84 sebesar US$ 0,7 juta.

Sedangkan impor dari Oman yang melalui Selat Hormuz senilai US$ 718,8 juta, terdiri dari besi dan baja atau HS72 senilai US$ 590,5 juta, bahan bakar organik atau HS29 US$ 56,7 juta, serta garam, belerang, batu dan semen atau HS25 US$ 44,2 juta.

Adapun dari UEA, impor Indonesia yang melalui Selat Hormuz senilai US$ 1,4 miliar. Di antaranya ialah berupa logam mulia atau perhiasan sebesar US$ 511,1 juta, garam, belerang, dan batu atau semen US$ 43,2 juta, serta alumunium dan barang daripadanya HS76 US$ 181,6 juta.

"Logam mulia dan perhiasan Ternyata bukan hanya dari Australia dari UAE juga ternyata kita mengimpor logam mulia dan perhiasan Itu sebesar US$ 511,1 juta. Jadi lebih kecil dibandingkan dari Australia," kata Ateng.

Sementara itu, untuk ekspor non migas Indonesia yang melalui Selat Hormuz, di antaranya ke Iran sebanyak US$ 249,1 juta, terdiri dari buah-buahan atau HS08 US$ 86,4 juta, kendaraan dan bagiannya atau HS87 sebesar US$ 34,1 juta, dan lemak serta minyak hewan atau nabati HS15 sebesar US$ 22 juta.

Ke Oman ekspor Indonesia yang melalui Selat Hormuz sebesar US$ 428,8 juta. Dengan rincian ialah lemak dan minyak hewan nabati US$ 227,7 juta, kendaraan dan bagiannya atau HS87 US$ 64,2 juta, dan bahan bakar mineral HS27 US$ 48,1 juta.

Ke UEA ekspor Indonesia yang melalui Selat Hormuz sebesar US$ 4,0 miliar. Terdiri dari logam mulia dan perhiasan sebesar US$ 183,6 juta, lemak dan minyak hewan nabati US$ 510,3 juta serta kendaraan dan bagiannya atau HS87 sebesar US$ 363,5 juta.


(arj/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Iran Tutup Sebagian Selat Hormuz Saat Latihan Militer