Muncul Pertanda Produksi Beras Bakal Turun, Begini Penjelasan BPS

Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
Senin, 02/03/2026 14:00 WIB
Foto: Petani panen padi. Dok Kementan

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat prediksi produksi beras nasional periode Januari-Februari 2026 mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono melaporkan produksi beras nasional Februari-April 2026 diperkirakan mencapai 12,23 juta ton, turun 4,02% atau sebesar 0,51 juta ton dari periode yang sama tahun lalu sebanyak 12,74 juta ton.

"Potensi produksi beras untuk Januari sampai dengan Februari 2026 diperkirakan mencapai 12,23 juta ton, mengalami penurunan sebesar 0,51 juta ton atau menurun 4,02% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya," kata Ateng dalam konferensi pers di kantor BPS, Jakarta, Senin (2/2/2026).


Sedangkan dari periode Januari-April 2026, diperkirakan produksi beras mencapai 13,98 juta ton, turun 0,02 juta ton atau sekitar 0,18% dari Januari-April 2025 yang sebanyak 14,01 juta ton.

Kondisi ini sejalan dengan turunnya luas panen yang juga mengalami penurunan.

Pada periode Februari-April 2026, luas panen diprediksi menyusut menjadi 3,92 juta hektar, turun 0,16 juta hektare atau sekitar 3,87% dari sebelumnya pada periode yang sama tahun lalu mencapai 4,08 juta hektare.

"Potensi luas panen pada Februari-April 2026 diperkirakan mencapai 3,92 juta hektare atau mengalami penurunan seluas 0,16 juta hektare atau 3,87% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya," lanjut Ateng.

Sedangkan pada periode Januari-April 2026, luas panen diprediksi menyusut menjadi 4,48 juta hektar, turun 0,01 juta hektare atau sekitar 0,2% dari Januari-April 2025 yang mencapai 4,49 juta hektare.

BPS mengungkapkan penyebab turunnya luas panen hingga menyebabkan potensi produksi beras mengalami penurunan terjadi karena masih tingginya curah hujan di Indonesia dalam beberapa bulan ke depan

"Tingginya curah hujan tentunya ini akan berpengaruh terhadap budidaya tanaman padi di setiap wilayah di Indonesia," ujarnya.


(dce) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Surplus Neraca Dagang Januari 2026 Menyusut Jadi USD 950 Juta