Panas Timur Tengah Ganggu Penerbangan, Citilink Buka Suara
Jakarta, CNBC Indonesia - Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah mulai berdampak pada operasional sejumlah maskapai penerbangan global. Beberapa negara bahkan telah menutup wilayah udaranya, memicu pembatalan hingga penyesuaian rute penerbangan internasional yang melintas di kawasan tersebut.
Di tengah situasi tersebut, sejumlah maskapai Indonesia juga ikut memantau perkembangan kondisi ruang udara. Corporate Secretary & CSR Group Head PT Citilink Indonesia Tashia Scholz memastikan operasional maskapai masih berjalan normal.
"Citilink saat ini tidak memiliki rute ke Timur Tengah, sehingga penerbangan masih berjalan normal," kata Tashia kepada CNBC Indonesia, Senin (2/3/2026).
Pernyataan ini muncul ketika sejumlah maskapai mulai menyesuaikan operasionalnya akibat konflik yang melibatkan Iran, Israel, serta sekutunya seperti Amerika Serikat. Beberapa negara di kawasan tersebut juga telah menutup ruang udara bagi penerbangan komersial. Kondisi ini membuat maskapai global mengambil langkah antisipatif demi menjaga keselamatan penerbangan.
Meski tidak memiliki rute langsung ke kawasan tersebut, Citilink tetap meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak di industri penerbangan untuk memantau potensi dampak yang mungkin muncul.
"Namun, kami tetap berkoordinasi intensif dengan seluruh stakeholders bandara di Indonesia, khususnya bandara yang melayani penerbangan internasional untuk mengantisipasi apabila terkena dampak keterlambatan atau adanya perubahan jadwal," ujar Tasha.
Sebelumnya, maskapai nasional Garuda Indonesia telah mengambil langkah penangguhan sementara penerbangan menuju Doha, Qatar sejak 28 Februari 2026 hingga waktu yang belum ditentukan. Keputusan tersebut diambil sebagai langkah preventif menyusul penutupan sementara wilayah udara Qatar akibat meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah.
"Garuda Indonesia menangguhkan penerbangan dari dan menuju Doha, Qatar, per 28 Februari 2026 hingga pemberitahuan lebih lanjut, seiring penutupan sementara wilayah udara Qatar akibat eskalasi situasi di kawasan Timur Tengah," mengutip sosial media X @IndonesiaGaruda, Senin (2/3/2026).
Selain Qatar, sejumlah negara lain di kawasan juga diketahui menutup wilayah udaranya, di antaranya Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Irak, dan Suriah. Situasi ini membuat banyak maskapai internasional seperti Emirates, Etihad Airways, hingga Singapore Airlines membatalkan atau menyesuaikan rute penerbangan mereka.
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi sebelumnya menyampaikan bahwa sebagian penerbangan maskapai Indonesia yang melintasi wilayah udara Timur Tengah masih beroperasi dengan penyesuaian rute tertentu. Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan maskapai dan otoritas penerbangan untuk memastikan aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama di tengah situasi geopolitik yang memanas.
"Penerbangan Garuda Indonesia dan Lion Air menuju Jeddah belum terdampak, sedangkan penerbangan Garuda Indonesia menuju Amsterdam di reroute (mengubah rute) melalui Kairo (Mesir)," jelas Dudy, dalam keterangan resmi, dikutip Senin (2/3/2026).
source on Google [Gambas:Video CNBC]