MARKET DATA

Efek Perang Iran, Garuda Indonesia Tangguhkan Penerbangan ke Doha

Emir Yanwardhana,  CNBC Indonesia
02 March 2026 11:13
A worker walks on a crane as a Garuda Indonesia's aircraft is parked at the Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia, at Soekarno-Hatta International airport near Jakarta, Indonesia, January 21, 2022. REUTERS/Willy Kurniawan
Foto: REUTERS/WILLY KURNIAWAN

Jakarta, CNBC Indonesia - Maskapai Indonesia mulai menghentikan memberhentikan sementara penerbangan ke wilayah Timur Tengah. Seperti Garuda Indonesia untuk penerbangan menuju Doha, Qatar.

"Garuda Indonesia menangguhkan penerbangan dari dan menuju Doha, Qatar, per 28 Februari 2026 hingga pemberitahuan lebih lanjut, seiring penutupan sementara wilayah udara Qatar akibat eskalasi situasi di kawasan Timur Tengah," mengutip sosial media X @IndonesiaGaruda, Senin (2/3/2026).

Menurut manajemen langkah ini diambil sebagai upaya preventif dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan penerbangan.

Lebih lanjut, dijelaskan bahwa rute internasional penerbangan Garuda tetap beroperasi normal dan dipastikan tidak melintasi wilayah terdampak konflik.

Seperti diketahui, saat ini sudah ada beberapa negara yang menutup ruang udara mereka untuk penerbangan komersial maupun pribadi, karena konflik antara Iran - Israel dan sekutunya Amerika Serikat. Negara-negara itu antara lain Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Irak, dan Suriah.

Rute Jeddah - Amsterdam Belum Terdampak

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi pada posisi Minggu (1/3/2026) memastikan bahwa penerbangan dari maskapai Indonesia belum terdampak langsung dari meningkatkan eskalasi konflik di timur tengah. Khususnya untuk rute Jeddah dan Amsterdam.

Meskipun saat ini banyak maskapai penerbangan internasional lainnya yang mulai membatalkan penerbangan ke beberapa destinasi di timur tengah.

Dudy menjelaskan ada dua maskapai dalam negeri yang melewati ruang udara Timur Tengah yakni Garuda Indonesia dan Lion Air saat ini belum terdampak konflik

"Penerbangan Garuda Indonesia dan Lion Air menuju Jeddah belum terdampak, sedangkan penerbangan Garuda Indonesia menuju Amsterdam di reroute (mengubah rute) melalui Kairo (Mesir)," jelas Dudy, dalam keterangan resmi, dikutip Senin (2/3/2026).

Meski begitu, Dudy menegaskan bahwa aspek keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas. Pihaknya selalu berkoordinasi dengan Airnav Indonesi , maskapai, pengelola bandara dan otoritas asing untuk memperbaharui informasi keamanan wilayah Timur Tengah serta memastikan penerbangan aman dan lancar.

Dudy melihat sebagian penerbangan maskapai internasional sudah membatalkan perjalanannya di tengah memanas konflik antara Iran dengan Israel dan sekutunya Amerika Serikat. Namun menurutnya, ada perjalanan yang saat ini belum terdampak. Sehingga maskapai diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, dan secara aktif memantau perkembangan informasi terkini.

"Kami telah berkoordinasi dan meminta maskapai memonitor kondisi ruang udara Timur Tengah, termasuk untuk perjalanan umroh," kata Dudy.

Lebih lanjut, menurutnya dengan adanya beberapa pembatalan dan penyesuaian penerbangan, ia telah meminta maskapai dan pengelola bandara untuk memberikan penanganan terhadap penumpang yang terdampak sesuai prosedur yang berlaku. Hal ini juga termasuk proses pembatalan dokumen perjalanan di area imigrasi, pengaturan akomodasi dan penjadwalan ulang penerbangan.

Menhub juga memastikan operasional penerbangan pada seluruh bandara di Indonesia khususnya untuk rute internasional, tetap berlangsung dengan aman, lancar dan berjalan optimal, baik pada proses keberangkatan maupun kedatangan penumpang.

Seperti diketahui, maskapai yang telah membatalkan penerbangan atau tidak mengoperasionalkan penerbangan ke Timur Tengah antara lain Etihad Airways, Qatar Airways, Emirates, Malaysia Airlines, Phillipine Airlines, Indigo Airlines, Srilanka Airlines, China Southern Airlines, Singapore Airlines dan Scoot.

Maskapai Saudia Airlines masih melakukan pemantauan terhadap beberapa kota tujuan di Timur Tengah, Oman Air beroperasi seperti biasa, dan Ethiopian Airlines masih beroperasi seperti biasa namun tidak mengoperasikan penerbangan ke Amman (Jordania) dan Tel Aviv (Israel).

(hoi/hoi) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Video: Garuda Indonesia Tunjuk Glenny Kairupan Jadi Dirut Baru


Most Popular
Features