MARKET DATA

Ekspor Indonesia ke AS-China Meroket di Januari 2026, Ini Komoditasnya

Zahwa Madjid,  CNBC Indonesia
02 March 2026 11:50
Kapal Ekspor Manufaktur Indonesia Siap Berangkat ke AS
Foto: CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto

Jakarta, CNBC Indonesia - Ekspor Indonesia ke sejumlah negara mitra dagang utama mengalami kenaikan pada Januari 2026, dibanding bulan yang sama pada tahun lalu.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, saat ekspor Indonesia naik 3,39% secara tahunan atau year on year pada Januari 2026 menjadi US$ 22,16 miliar, perkembangan ekspor ke Amerika Serikat, China, hingga India ikut naik pesat.

"Nilai ekspor ke tiga negara ini memberikan share cukup tinggi yaitu 43,77% dari total ekspor non migas di Indonesia pada kondisi Januari 2026," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono saat konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (2/3/2026).

BPS mencatat, nilai ekspor terbesar Indonesia masih tertuju ke China pada Januari 2026 dengan besaran US$ 5,27 miliar, atau naik dari catatan pada Januari 2025 sebesar US$ 4,57 miliar.

Komoditas utama ekspor Indonesia ke China di antaranya nikel dan barang daripadanya yang mencapai US$ 983,16 juta atau naik 61,72% secara tahunan. Berikutnya besi dan baja US$ 1,32 miliar atau turun 10,08%, dan bahan bakar mineral US$ 808,69 juta dengan minus 6,66%.

Adapun Amerika Serikat (AS) menduduki posisi kedua dengan total nilai ekspor Indonesia ke negara itu US$ 2,51 miliar, naik dari catatan Januari 2025 yang sebesar US$ 2,34 miliar.

Komoditas yang Indonesia ekspor ke AS di antaranya mesin atau perlengkapan elektrik senilai US$ 465,33 juta dengan kenaikan 33,04%, alas kaki US$ 236,04 juta atau naik 15,83%, dan pakaian serta aksesorinya (rajutan) US$ 207,71 miliar, minus 4,87%.

Adapun ke India, nilai ekspor Indonesia sebesar US$ 1,52 miliar dari sebelumnya pada Januari 2025 sebesar US% 1,23 miliar.

Barang yang Indonesia ekspor ke India utamanya ialah bahan bakar mineral US$ 442,04 miliar atau minus 7,84%, lemak dan minyak hewan atau nabati US$ 373,91 miliar tumbuh hingga 378,08%, dan besi serta baja US$ 136,24 miliar dengan kenaikan 87,49 miliar.

Di luar tiga wilayah utama tujuan ekspor Indonesia itu, yakni China 24,80%, AS 11,82%, dan India 7,15%, wilayah lain yang menjadi tujuan ekspor utama Indonesia ialah ke ASEAN dengan porsi 19,72%, Uni Eropa 6,75%, dan lainnya 29,76%.

(arj) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article BPS: Ekspor RI Tembus US$ 24,68 M, Tumbuh 11,41% di September 2025


Most Popular
Features