Internasional

Iran Dikeroyok, Prancis-Jerman-Inggris Ikut Perang AS-Israel di Arab

sef, CNBC Indonesia
Senin, 02/03/2026 12:05 WIB
Foto: Bendera Inggris dan Prancis. (IStockphoto/3dmitry)

Jakarta, CNBC Indonesia - Iran bakal dikeroyok negara lain, selain Amerika Serikat (AS) dan Israel. Minggu, tiga negara Eropa, Prancis-Jerman-Inggris mengatakan siap untuk membela kepentingan mereka dan sekutu di Teluk jika perlu dengan mengambil "tindakan defensif" terhadap Iran.

Para pemimpin ketiga negara tersebut mengaku terkejut dengan serangan rudal tanpa pandang bulu dan tidak proporsional yang diluncurkan oleh Iran terhadap negara-negara di kawasan itu. Termasuk negara-negara yang tidak terlibat dalam operasi militer awal AS dan Israel.


"Serangan sembrono Iran telah menargetkan sekutu dekat kami dan mengancam personel militer dan warga sipil kami di seluruh wilayah," kata ketiganya dalam sebuah pernyataan dimuat AFP, Senin (2/3/2026).

"Kami menyerukan kepada Iran untuk segera menghentikan serangan-serangan sembrono ini," tambahnya.

"Kami akan mengambil langkah-langkah untuk membela kepentingan kami dan sekutu kami di kawasan ini, berpotensi melalui pengaktifan tindakan defensif yang diperlukan dan proporsional untuk menghancurkan kemampuan Iran menembakkan rudal dan drone ke sumbernya," kata pernyataan Prancis-Jerman-Inggris.

"Kami telah sepakat untuk bekerja sama dengan AS dan sekutu di kawasan ini dalam masalah ini."

Iran telah melancarkan serangkaian serangan rudal dan drone ke beberapa negara Teluk, dengan mengatakan bahwa mereka menargetkan pangkalan AS. Ini setelah dihantam oleh serangan rudal AS-Israel sejak Sabtu.

"Serangan Iran telah menghantam pangkalan militer multinasional di dekat Arbil di Irak utara, dan kamp tentara Jerman di timur Yordania," kata seorang juru bicara tentara Jerman.

"Tidak ada korban jiwa dalam serangan tersebut," tambahnya.

Sebelumnya, pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan serangan "skala besar" pada hari Minggu. Ledakan terdengar di Riyadh, Dubai, Abu Dhabi, Doha, Manama, Yerusalem, dan Tel Aviv.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan pembunuhan Khamenei sebagai "deklarasi perang terhadap Muslim". Ia memperingatkan bahwa "Iran menganggapnya sebagai kewajiban dan hak yang sah untuk membalas dendam terhadap para pelaku dan dalang kejahatan bersejarah ini".

"Kami membela diri kami sendiri dengan cara apa pun, dan kami tidak melihat batasan bagi diri kami sendiri untuk membela rakyat kami, untuk melindungi rakyat kami," kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi kepada saluran berita AS ABC News.


(sef/sef) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Kanselir Jerman ke China Bawa Agenda Ekonomi & Geopolitik