BPOM Dorong Produksi Obat dan Vaksin di Dalam Negeri, Ini Alasannya!
Jakarta, CNBC Indonesia -Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia berkomitmen untuk terus mendorong produksi obat maupun vaksin di dalam negeri. Hal ini sejalan dengan pencapaian BPOM yang telah ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) sebagai WHO Listed Authority (WLA) dalam regulasi produk medis (vaksin) beberapa waktu lalu
Kepala BPOM, Taruna Ikrar mengatakan, ketersediaan obat, farmasi, dan vaksin sebagai bagian dari ketahanan nasional. Sehingga hal ini penting untuk terus didorong untuk menjaga kesehatan masyarakat.
"Saya kira dengan mendapatkan WHO Listed Authority (WLA) ini, jelas sangat banyak manfaatnya. Salah satunya bisa memproduksi lebih banyak dari sebelumnya bahkan bisa dijual lebih luas lagi,"ungkap Ikrar dalamHealth Forum dengan tema"BPOM Raih Status WLA, Apa Untungnya Bagi Pelaku Usaha?", Jumat (27/2/2026).
Ikrar mencontohkan,vaksin yang berhubungan dengan polio saja saat ini sudah diproduksi untuk 1,5 miliar penduduk, dan disebarkan hampir di 150 negara. Itu salah satu poin yang kelihatan betapa besarnya dulunya dijual hanya dalam bentuk terbatas, tapi sekarang bisa dijual dengan lebih luas lagi.
Asal tahu saja, Indonesia baru saja mendapatkan pengakuandari badan kesehatan dunia, dan mendapatkan WHO Listed Authority (WLA) untuk regulasi produk medis, khususnya vaksin. Hal ini diumumkan akhir tahun lalu dan menempatkan BPOM sejajar dengan otoritas regulator global terkemuka.
Pengakuan ini memiliki arti penting, karena Indonesia menjadi negara berkembang pertama yang sistem regulasinya diakui memenuhi standar internasional tertinggi. Status WLA diperoleh melalui evaluasi ketat berbasis sains sejak 2023-2025 dan menegaskan kapasitas BPOM dalam menjamin keamanan, mutu, dan khasiat obat serta vaksin.
"Jadiada yang kita sebut dengan clinical trial oversight. Jadi, supervising daripada clinical trial ini menjadi pintu membuat para produsen obat atau vaksin di seluruh dunia akan memandang Indonesia. Di Indonesia adalah tempat yang paling nyaman, paling bagus untuk melaksanakan," jelas dia.
"Artinya, pada saat dilakukan uji klinis di tempat kita, dan kita hasilnya bagus, dan kita sahkan, maka produk yang dari Indonesia bisa didistribusikan ke seluruh dunia," tambah Ikrar.
(dpu/dpu) Add
source on Google