Dapat Pengakuan WLA, BPOM Ungkap Berjuang Sejak 2005
Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia mendapatkan pengakuan dari badan kesehatan dunia, dan mendapatkan WHO Listed Authority (WLA) untuk regulasi produk medis, khususnya vaksin.
Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan dengan pengakuan ini, Indonesia berada di posisi puncak. WLA menurutnya merupakan prestasi tertinggi bagi para regulator yang berhubungan dengan pengawasan obat dan makanan.
"Pengakuan ini bukan untuk individu, tapi untuk Indonesia, apalagi ini bukan pekerjaan 1-2 hari. Bahkan, BPOM sudah berjuang sejak 2005, berarti 21 tahun yang lalu," ungkap Taruna dalam Health Forum dengan tema "BPOM Raih Status WLA, Apa Untungnya Bagi Pelaku Usaha?", Jumat (27/2/2026).
Ke depannya, capaian ini diharapkan dapat membuka peluang besar mulai dari ekspor produk farmasi sehingga dapat memperkuat diplomasi kesehatan Indonesia ataupun nasional.
"Jadi dulu kalau dulu kita cuma bisa pasarkan di dalam negeri untuk 286 juta jiwa. Sekarang jadinya lebih luas. Sekarang jadi lebih dari 8 miliar penduduk dunia. Itu pasar kita. Nah di sinilah dampak ekonominya. Artinya kita bisa membuka pasar lebih luas, tentu dampaknya pasti dahsyat. Kemudian dari aspek yang lain tentu ada aspek yang lebih spesifik lagi," tegas dia.
Menurutnya, dengan pengakuan ini, Indonesia melalui BPOM bisa menjadi standar, reliance, dan yang paling penting menjadi posisi tawar dalam diplomasi kesehatan global.
Selain itu, ketersediaan obat, farmasi, dan vaksin sebagai bagian dari ketahanan nasional. Sehingga hal ini penting untuk terus didorong untuk menjaga kesehatan masyarakat.
"Saya kira dengan mendapatkan WHO Listed Authority (WLA) ini, jelas sangat banyak manfaatnya. Salah satunya bisa memproduksi lebih banyak dari sebelumnya bahkan bisa dijual lebih luas lagi," ungkapnya.
source on Google [Gambas:Video CNBC]