Internasional

Geger Pentagon Salah Sasaran, Tembak Jatuh Drone AS Sendiri

sef, CNBC Indonesia
Sabtu, 28/02/2026 02:00 WIB
Foto: (REUTERS/Ricardo Arduengo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Insiden mengejutkan terjadi di perbatasan Amerika Serikat (AS) dan Meksiko. Departemen Pertahanan AS (Pentagon) diduga secara tidak sengaja menembak jatuh drone milik pemerintah sendiri menggunakan sistem laser anti-drone berenergi tinggi.

Menyusul laporan tersebut, Federal Aviation Administration (FAA) langsung memberlakukan pembatasan penerbangan di sekitar Fort Hancock, Texas. Ini dilakukan dengan alasan "keamanan khusus".


Mengutip Reuters Jumat (27/2/2026), dalam pemberitahuan resmi kepada penerbang (NOTAM), FAA melarang sebagian besar pesawat beroperasi di wilayah udara terdampak mulai Kamis pukul 18.30 waktu setempat. Pembatasan ini dijadwalkan berlaku hingga 24 Juni.

Namun, penerbangan darurat seperti ambulans udara dan misi pencarian dan penyelamatan tetap dapat diizinkan berdasarkan evaluasi khusus. Baik Pentagon maupun FAA belum memberikan komentar resmi terkait dugaan penembakan tersebut.

Reuters yang mengutip staf Kongres AS, menulis drone yang ditembak jatuh merupakan milik US Customs and Border Protection (CBP). Drone tersebut diduga secara tidak sengaja menjadi sasaran sistem laser berenergi tinggi yang dirancang untuk melawan ancaman pesawat tanpa awak.

Model drone yang terlibat dan tanggal pasti kejadian masih belum diungkapkan. Beberapa anggota parlemen dari Partai Demokrat yang membawahi isu penerbangan dan keamanan dalam negeri mengkritik keras dugaan kurangnya koordinasi antara lembaga militer dan sipil.

Dalam pernyataan bersama, anggota DPR AS Rick Larsen, Bennie Thompson, dan Andre Carson menyebut kabar tersebut membuat mereka "terkejut". Mereka menyoroti potensi risiko penggunaan sistem anti-drone berteknologi tinggi tanpa koordinasi yang memadai.

"Kami terkejut mendengar berita bahwa Departemen Pertahanan dilaporkan menembak jatuh drone CBP menggunakan sistem anti-pesawat tak berawak berisiko tinggi," ujarnya.

Insiden ini terjadi hanya beberapa minggu setelah kontroversi serupa di El Paso, Texas. Saat itu, FAA sempat menghentikan sementara lalu lintas penerbangan bandara karena kekhawatiran terkait pengujian sistem anti-drone yang sama.

Objek yang menjadi sasaran uji coba belakangan diketahui hanyalah balon pesta. Pembatasan tersebut kemudian dicabut setelah Pentagon dilaporkan menunda pengujian lanjutan sambil menunggu tinjauan keselamatan federal.

Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya pengamanan di perbatasan selatan AS. Pemerintah federal memperluas pengawasan dan penggunaan sistem anti-drone untuk mengantisipasi aktivitas kartel narkoba Meksiko.

Kekerasan kartel meningkat setelah gembong narkoba Nemesio Oseguera Cervantes, yang dikenal sebagai "El Mencho", dilaporkan tewas dalam operasi militer gabungan AS-Meksiko di Tapalpa, negara bagian Jalisco, pekan lalu. Kerusuhan meluas di Jalisco dan sedikitnya delapan negara bagian lain, dengan sejumlah video di media sosial memperlihatkan kendaraan dan bangunan komersial dibakar.


(sef/sef) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Orang Kaya Terima Bantuan BPJS - Trump Titahkan Pentagon