Grup Rumah Sakit Mitra Plumbon Dapatkan Fasilitas Pembiayaan dari ADB
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Mitra Plumbon Healthcare (Mitra Plumbon) dan Asian Development Bank (ADB) menandatangani perjanjian pinjaman hingga Rp 415 miliar (setara dengan US$ 25 juta) untuk memperluas akses layanan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas di wilayah yang belum terlayani secara optimal di Indonesia. Fasilitas pembiayaan ini akan mendukung pembangunan rumah sakit baru di Batang, Jawa Tengah, serta pengembangan gedung rawat jalan di Cirebon, Jawa Barat.
Pendanaan ini merupakan tonggak penting bagi Mitra Plumbon setelah kerja sama strategis dengan Growtheum Capital Partners (GCP) pada 2023, yang bertujuan untuk mempercepat ekspansi jumlah tempat tidur serta meningkatkan standar operasional. Pasalnya, ketersediaan tempat tidur rumah sakit di Indonesia masih termasuk yang terendah di Asia Tenggara, dengan kesenjangan antar daerah yang signifikan.
Sementara Jakarta dan pusat-pusat kota besar relatif lebih terlayani, banyak kota yang berkembang pesat masih menghadapi keterbatasan infrastruktur rumah sakit, waktu tempuh yang panjang, serta akses terbatas terhadap layanan spesialistik maupun subspesialistik.
CEO Mitra Plumbon Healthcare, dr. Festus Susilo mengatakan sebagai grup rumah sakit swasta yang berfokus pada pasien JKN, memberikan layanan berkualitas tinggi bagi masyarakat yang membutuhkan menjadi sebuah misi penting.
"Kami sangat bersyukur misi besar ini didukung oleh ADB, institusi keuangan yang terkemuka dan diakui oleh dunia internasional," ujar dr. Festus, Jumat (27/2/2026).
Sementara itu, ADB Country Director for Indonesia Bobur Alimov mengatakan kesehatan adalah yang utama untuk masyarakat. Menurutnya pembangunan berkelanjutan hanya dapat dicapai ketika masyarakat sehat.
"Meskipun Indonesia telah mencapai pencapaian signifikan menuju cakupan kesehatan yang hampir universal, akses terhadap layanan rumah sakit yang berkualitas masih perlu diperkuat di beberapa wilayah. Proyek ini tentunya akan membantu mengatasi kesenjangan yang ada. Melalui kemitraan dengan Mitra Plumbon, kami ingin memastikan layanan kesehatan berkualitas tinggi menjangkau masyarakat yang paling membutuhkannya," pungkasnya.
Foto: dok Istimewa |
Proyek ini akan menambah 350 tempat tidur rumah sakit, menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat, serta memperluas layanan rawat inap dan rawat jalan di wilayah dengan ketersediaan tempat tidur yang masih rendah.
Mitra Plumbon saat ini mengoperasikan tujuh rumah sakit di Jawa Barat dan melayani mayoritas pasien JKN-BPJS Kesehatan. Pada April 2025, RS Mitra Plumbon di Cirebon memperoleh akreditasi Joint Commission International (JCI), sebuah standar internasional yang diakui untuk mengukur mutu dan kualitas layanan rumah sakit.
Fasilitas Pinjaman Berbasis Keberlanjutan (sustainability-linked loan) ini merupakan yang pertama di sektor kesehatan Indonesia, dengan insentif keuangan yang dikaitkan dengan pencapaian target kinerja di bidang iklim, sosial, dan gender. Target tersebut mencakup penerapan energi terbarukan di rumah sakit, peningkatan jumlah dokter dan perawat wanita, serta perluasan akses layanan kesehatan bagi pasien JKN-BPJS Kesehatan.
Sekadar informasi, Mitra Plumbon Healthcare didirikan pada tahun 2003 dan saat ini mengoperasikan tujuh rumah sakit di Jawa Barat dengan total lebih dari 2.700 tempat tidur. Lebih dari 80% pasiennya merupakan peserta JKN.
Perusahaan ini telah berkembang secara konsisten selama dua dekade terakhir melalui investasi pada fasilitas modern, sistem teknologi informasi, dan manajemen profesional, sehingga membangun fondasi yang kuat untuk menyediakan layanan rumah sakit yang bermutu dan profesional.
Sementara ADB adalah lembaga multilateral terkemuka yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan, inklusif, dan tangguh di Asia dan Pasifik. Dengan bekerja sama dengan para anggota dan mitra untuk mengatasi tantangan yang kompleks, ADB memanfaatkan instrumen pembiayaan inovatif dan kemitraan strategis untuk mentransformasi kehidupan, membangun infrastruktur berkualitas, dan melindungi bumi kita.
Didirikan pada tahun 1966, ADB dimiliki oleh 69 negara anggota 50 di antaranya berasal dari kawasan Asia dan Pasifik.
Di sisi lain, Growtheum Capital Partners merupakan perusahaan ekuitas swasta berbasis di Singapura yang bermitra dengan perusahaan-perusahaan dengan pertumbuhan tinggi di Asia Tenggara dan India. GCP berfokus pada penciptaan nilai jangka panjang dengan mendukung para pendiri dan tim manajemen melalui penyediaan modal strategis, keahlian operasional, serta dukungan tata kelola.
(dpu/dpu) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]
Foto: dok Istimewa