Setelah PIM 5, Jakarta Bakal Punya 2 Mal Baru Seluas Ribuan M2 di sini
Jakarta, CNBC Indonesia - Jakarta diproyeksikan kedatangan sejumlah pusat perbelanjaan baru pada 2026. Ekspansi ini menunjukkan pengembang masih optimistis terhadap bisnis ritel modern di tengah perubahan pola belanja masyarakat.
General Manager Knight Frank Indonesia, Frank Tunewa, mencatat setidaknya ada tiga proyek mal baru yang akan hadir di Jakarta tahun ini. Total tambahan ruang ritel dari proyek-proyek tersebut mencapai sekitar 61.000 meter persegi.
"Di 2026 ini ada tiga mal baru yang akan hadir dengan luas total sekitar 61.000 meter persegi. Itu adalah Lippo East Side di Holland Village, kemudian The Sima Retail, dan juga Pondok Indah Mall 5," ujar Frank dalam konferensi pers Knight Frank, Kamis (26/2/2026).
Holland Village Mall berlokasi di Cempaka Putih dengan area sewa 44.000 m2, sedangkan The Sima Retail berlokasi di TB Simatupang dengan luas 16.000 m2.
Keputusan pengembang untuk terus membuka pusat perbelanjaan baru bukan tanpa alasan. Di tengah dinamika ekonomi global, kondisi ekonomi domestik dinilai masih cukup solid sehingga memberi ruang bagi pertumbuhan sektor ritel. Faktor daya beli masyarakat yang relatif terjaga juga membuat pusat perbelanjaan tetap menjadi destinasi favorit bagi warga perkotaan.
"Kalau kita melihat alasannya, pertama karena pertumbuhan ekonomi Indonesia masih kuat. Kedua, daya beli masyarakat juga meningkat sehingga mal masih menjadi salah satu destinasi favorit untuk bersosialisasi sekaligus berbelanja," jelasnya.
Selain faktor ekonomi, transformasi konsep pusat perbelanjaan juga menjadi pendorong utama. Mal modern kini tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat transaksi ritel, tetapi berkembang menjadi pusat hiburan dan gaya hidup.
Frank menilai berbagai fasilitas baru yang dihadirkan pengembang membuat pusat perbelanjaan tetap relevan bagi generasi muda maupun keluarga.
"Mal-mal baru sekarang sudah bertransformasi menjadi pusat hiburan dan kuliner, bukan hanya tempat belanja. Ada bioskop, taman bermain, restoran, hingga berbagai fasilitas yang membuat pengunjung lebih tertarik datang," katanya.
Lebih jauh, inovasi konsep ruang publik menjadi salah satu strategi penting agar pusat perbelanjaan mampu bersaing. Banyak pengembang kini menghadirkan area terbuka, ruang hangout, hingga fasilitas olahraga ringan.
"Beberapa mal bahkan menghadirkan konsep food market, restoran tematik, dog park, sampai lapangan padel. Inovasi-inovasi seperti ini memang harus dilakukan supaya bisa menarik pengunjung ke mal baru," tambahnya.
Kehadiran pusat perbelanjaan baru juga akan memicu kompetisi yang lebih ketat di industri ritel. Mal yang sudah lama beroperasi pun perlu terus berbenah agar tetap relevan di tengah perubahan tren konsumen.
"Mal-mal lama tentu perlu melakukan renovasi dan inovasi. Persaingan ini akan terus berlanjut," ujarnya.
(dce) Add
source on Google