Insentif Pajak Bikin Produk Asuransi Makin Menarik, Ini Alasannya!

Teti Purwanti, CNBC Indonesia
Kamis, 26/02/2026 16:03 WIB
Foto: Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Albertus Wiroyo menyampaikan pemaparan dalam acara Insurance Forum 2026 di Jakarta, Jumat (20/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Albertus Wiroyo menilai produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) masih memiliki potensi yang sangat besar. Menurutnya hal itu bukan cuma di Indonesia, namun juga di beberapa negara lain.

Hanya saja untuk di Indonesia, pihaknya terus berbenah dan mendorong agar PAYDI bisa lebih kompetitif dan sederhana. Sehingga masyarakat banyak yang memanfaatkan produk tersebut.

"Oleh karena itu kami mengharapkan dukungan terutama dari regulator dari sektor fiskal, yakni keringanan pajak pribadi agar asuransi jiwa lebih menarik, termasuk juga PAYDI. Jika ada keringanan pajak, maka imbal hasil bagi nasabah akan lebih menarik," rinci dia dalamInsurance Forum dengan tema "Optimalisasi Proteksi Asuransi dan Arah Baru Pengembangan Unit Link di Indonesia", Kamis (26/2/2026).


Tidak dipungkiri, Albertus menuturkan dalam beberapa tahun terakhir klaim asuransi sangat tinggi. Selain itu, perusahaan asuransi juga banyak yang mengalami rugi, sehingga perusahaan asuransi harus memilih untuk naikin premi. Hal tersebut ternyata berdampak pada banyaknya komplain.

"Kenapa naik? Inflasi okelah namun ada over charge dan over treatment yang untungnya sudah diatur oleh POJK dan akan terus kami perbaiki," tegas Albertus.

Apalagi dia juga tidak memungkiri produk unit link lebih kompleks karena mengandung risiko, meski sangat fleksibel. Sayangnya, saat ini tren nasabah lebih memilih kepastian.

"Nasabah butuh kepastian, tapi kami butuh keseimbangan baru, dari anggota-anggota kita. Oleh karena itu, kami masih melakukan kajian yang akan didiskusikan dengan OJK untuk hal-hal yang harus diperbaiki," pungkas Albertus.


(dpu/dpu) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Cek Rapor Industri Asuransi Jiwa-Multifinance di November 2025