DAI Ungkap Cara Industri Asuransi Bangun Kepercayaan Masyarakat

Khoirul Anam, CNBC Indonesia
Kamis, 26/02/2026 15:32 WIB
Foto: Perbaiki Asuransi Unit Link, DAI Dorong Sertifikasi Agen - Transparansi Produk & Investasi

Jakarta, CNBC Indonesia - Tingkat penetrasi (penetration rate) industri asuransi di Indonesia tercatat masih rendah. Bahkan jika dibandingkan dengan negara-negara di ASEAN. Penetrasi asuransi pada 2025 masih 2,72% dari produk domestik bruto (PDB).

Pertumbuhan premi asuransi jiwa juga belum signifikan, di mana angkanya "baru" mencapai Rp133,22 triliun pada kuartal III-2025.

Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia (DAI) Yulius Bhayangkara mengungkapkan perlunya edukasi dan meningkatkan literasi di masyarakat industri asuransi mendapat kepercayaan dari masyarakat, termasuk untuk Produk Asuransi Yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI) atau unit link.


Menurut edukasi tersebut nantinya dapat mengubah perspektif masyarakat terhadap produk unit link.

"Memang masyarakat kita kan contoh yang jelas, ada produk PAYDI, persepsinya bahwa itu tabungan, itu investasi. Itu asuransi yang ada investasinya," ungkap dia dalam Insurance Forum "Optimalisasi Proteksi Asuransi dan Arah Baru Pengembangan Unit Link di Indonesia", Kamis (26/2/2026).

Adapun dalam meningkatkan literasi tersebut, industri asuransi perlu mengajak berbagai pihak, seperti Otoritas Jasa Keuangan, perbankan, hingga perusahaan financial technology. Selain itu industri asuransi perlu meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, seperti agen asuransi.

"Kita juga minta bantuan OJK supaya ada harmonisasi. Contoh undang-undang, sudah mewajibkan Asuransi Tanggung Jawab Hukum. Kan saat ini belum karena tunggu harmonisasi. Kasus seperti ini yg kita butuhkan dan kompetensi SDM, sertifikasi, sekarang semakin ketat," ujar Yulius.

Terakhir adalah perlunya industri asuransi membangun ekosistem dengan berbagai pihak seperti rumah sakit hingga pasar modal. Ekosistem tersebut nantinya akan memperkuat industri asuransi.

"Jadi penguatan ekosistem. Kami siap kerja sama dengan regulator dan industri lain. Intinya karena kami percaya kalau ekosistem, satu ekosistem jatuh, yang lain kena," pungkas Yulius.


(rah/rah) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Meneropong Kondisi - Prospek Industri Asuransi RI