DAI Ungkap Demand Produk PAYDI Cukup Baik, Cuma Masyarakat Perlu Ini!

Khoirul Anam, CNBC Indonesia
Kamis, 26/02/2026 13:26 WIB
Foto: Ketua umum Dewan Asuransi Indonesia (DAI), Yulius Bhayangkara menyampaikan paparan dalam Road to CNBC Indonesia Awards 2025 kategori Best Insurance di Jakarta, Rabu (26/11/2025). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia (DAI) Yulius Bhayangkara buka-bukaan soal potensi produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI).

Ia mengatakan, sampai sejauh ini produk tersebut masih banyak diminati. Hal tersebut bisa dilihat dari jumlah permintaan di masyarakat.

"Permintaan masih ada. Masih banyak yang mau. Sebenarnya PAYDI ada sektiar 8 jua polisnya. Yang bermasalah pasti ada. Namun sebenarnya produk ini cukup baik dan memang ada persepsi yang harus diubah. itu tugas kita juga," ujar Yulius dalam Insurance Forum, Kamis, (26/2/2026).


Seperti diketahui, sebelumnya banyak masyarakat tidak puas akan produk yang dulunya bernama Unitlink tersebut. Hal ini lantaran nilai investasi dari produk tersebut mengalami penurunan. Sehingga mengakibatkan uang premi nasabah terus berkurang.

Melihat hal itu, Yuliuspun mengimbau agar anggotanya ke depan bisa lebih transparan. Karena menurutnya ketika seseorang membeli polis asuransi tujuannya untuk jangka panjang.

Sehingga perlu edukasi yang lebih baik, agar masyarakat memahami bahwa produk ini ada fitur investasi yang tidak pasti.

"Karena ketika orang membeli polis asuransi, akan digunakan di masa depan. Kan tidak sekarang. pembuktian di masa depan. Kemudian edukasi soal fitur invest. Investasikan ngga pasti. Ada risiko, hal seperti ini kan perlu dipahami. Terakhir fleksibilitas fitur. Kita sudah amati hal ini, mudah-mudahan kita bisa perbaiki," ungkapnya.


(dpu/dpu) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: 2025, Nilai Investasi Ekraf Tembus Rp 183,01 Triliun