14 Poin Pidato Trump di State of the Union, Sebut 'Presiden 3 Periode'
10.Pemilu & Voter ID
Trump menyerukan pengesahan undang-undang mewajibkan voter ID dan bukti kewarganegaraan dalam pemilu. Ia mengklaim 89% publik mendukung kewajiban identifikasi pemilih.
11."Juru Damai Bumi" & NATO
Trump menyinggung laporan restorasi kekuatan militer dan keberhasilan diplomasi melalui kekuatan (peace through strength). Bak "juru damai bumi", ia mengeklaim telah mengakhiri berbagai konflik internasional dan memperingatkan Iran untuk tidak melanjutkan program nuklirnya.
Trump juga menegaskan bahwa sekutu NATO kini telah sepakat meningkatkan anggaran pertahanan hingga 5% dari PDB. Ia juga menyoroti pemberian dividen prajurit sebesar US$ 1.776 (Rp 29,8 juta) yang diambil dari pendapatan tarif negara.
Trump menegaskan bahwa militer AS kini memiliki semangat baru dan kedaulatan yang tak tertandingi di belahan bumi Barat. Termasuk keberhasilan operasi militer di Venezuela untuk menangkap Nicolás Maduro.
"NATO telah setuju atas permintaan kuat saya untuk membayar 5% dari PDB untuk pertahanan militer, bukan lagi 2% yang bahkan tidak mereka bayar," katanya.
"Setiap anggota layanan militer baru-baru ini menerima dividen prajurit sebesar US$ 1.776 (Rp 29.836.800). Kita memiliki militer paling kuat di Bumi," pungkasnya.
12. Perang & Rusia-Ukraina
Trump mengklaim telah membantu mengakhiri delapan konflik global dan menyatakan tengah berupaya mengakhiri perang Rusia-Ukraina. Ia memposisikan AS sebagai kekuatan stabilisasi global.
13. Iran & Operasi Militer
Dalam isu keamanan global, Trump menyoroti ketegangan dengan Iran sebagai salah satu prioritas keamanan nasional tertinggi. Ia mengungkapkan bahwa militer Amerika telah melakukan operasi strategis bertajuk "Operation Midnight Hammer" untuk melumpuhkan program nuklir Iran.
Trump menegaskan bahwa kebijakan luar negerinya tidak akan mentoleransi adanya ancaman nuklir dari Iran. Dalam pernyataannya, ia menyebut sebagai sponsor terorisme nomor satu di dunia.
Ia memberikan peringatan keras kepada rezim di Teheran agar tidak mencoba membangun kembali fasilitas senjata mereka setelah serangan tersebut. Trump menyatakan bahwa meskipun ia lebih memilih jalur diplomasi untuk menyelesaikan konflik, kekuatan militer tetap menjadi opsi utama jika negosiasi gagal.
Ia menegaskan bahwa AS memiliki intelijen yang memadai untuk memantau setiap pergerakan ambisi nuklir Iran di masa depan.
"Negara kita belum pernah sekuat ini. AS melenyapkan program senjata nuklir Iran dengan serangan di tanah Iran yang dikenal sebagai 'Operation Midnight Hammer'," ujarnya.
"Preferensi saya adalah menyelesaikan masalah ini melalui diplomasi, tetapi satu hal yang pasti, saya tidak akan pernah mengizinkan sponsor teror nomor satu di dunia untuk memiliki senjata nuklir, itu tidak boleh terjadi," tegas Trump.
14.Isu Masa Jabatan ke-3
Poin terakhir yang cukup menyita perhatian adalah pernyataan tersirat Trump mengenai masa kepemimpinannya di tengah perayaan 250 tahun kemerdekaan AS. Trump berulang kali menyebutkan bahwa masa jabatan keduanya saat ini seharusnya merupakan masa jabatan ketiga, merujuk pada klaimnya tentang pemilu sebelumnya.
Hal ini memicu spekulasi mengenai ambisinya untuk terus memimpin Amerika melampaui batasan konstitusi yang ada saat ini. Trump menyatakan bahwa transformasi yang ia lakukan baru merupakan awal dari sebuah revolusi yang dimulai sejak 1776 dan masih berlanjut hingga kini.
Ia menekankan bahwa masa depan Amerika akan jauh lebih besar dan mulia di bawah arahannya, sambil sesekali melontarkan candaan tentang perubahan hukum yang memungkinkannya menjabat lebih lama. Pernyataan ini disambut dengan sorakan dari para pendukungnya di ruang sidang pleno.
"Jadi, di tahun pertama masa jabatan kedua saya-seharusnya ini adalah masa jabatan ketiga saya, tetapi hal-hal aneh terjadi. Saya selalu menginginkan 'Medal of Honor Kongres', tetapi saya diberitahu bahwa saya tidak diizinkan memberikannya kepada diri saya sendiri," ujarnya.
"Namun jika mereka membuka undang-undang itu, saya akan berada di sana bersama kalian suatu hari nanti. Masa depan kita akan menjadi lebih besar, lebih baik, lebih cerah, dan lebih agung dari sebelumnya," pungkas Trump menutup pidatonya.
(sef/sef) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]