Keputusan Impor 105.000 Pikap India Tunggu Prabowo Pulang ke RI

Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
Selasa, 24/02/2026 16:02 WIB
Foto: Dok: Istimewa

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koperasi Ferry Juliantono buka suara mengenai polemik impor 105.000 unit kendaraan pikap dari India untuk kebutuhan Koperasi Desa Merah Putih. Menurutnya sampai saat ini keputusan tersebut masih ditunda dan menunggu keputusan dari Presiden Prabowo Subianto saat tiba di tanah air.

Ferry juga mengatakan bahwa terkait importasi kendaraan itu bukan wewenang dari Kementerian Koperasi.

"Kan kemarin sudah diputuskan, bukan wewenang Kementerian Koperasi, jadi itu sudah diputuskan tunda sampai presiden datang," kata Ferry, di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Selasa (24/2/2026).


Dia juga belum mau memberikan keterangan lebih lanjut mengenai hal ini. Tapi dia menegaskan bahwa keputusan impor ini ditunda sampai Prabowo tiba di Tanah Air.

"Nunggu bapak presiden," katanya.

Sebelumnya Wakil Ketua dewan Perwakilan Rakyat Sufmi Dasco Ahmad menjelaskan rencana penundaan impor 105 ribu mobil pikap ini.

"Jadi rencana untuk impor 105 ribu mobil pikap dari India, saya sudah menyampaikan pesan kepada pemerintah untuk rencana tersebut ditunda dulu, mengingat Presiden (Prabowo Subianto) masih di luar negeri," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (23/2/2026).

Foto: Cover Topik/ Pick Up India/ Edward Ricardo
cover topik, fokus, pickup, truk pick up, tata, mahindra, pick up india

Dasco berharap Prabowo akan membahas detail rencana tersebut selepas kunjungan kerjanya di luar negeri. Dasco menyatakan sudah meminta pemerintah menunda rencana impor itu.

"Tentunya Presiden pada saat pulang akan membahas detail-detail mengenai impor tersebut. Dan tentunya juga presiden akan meminta pendapat dan mengkalkulasi kesiapan dari perusahaan dalam negeri," ujar Dasco.

"Nah sehingga kami sudah menyampaikan pesan untuk ditunda dulu," imbuh Ketua Harian DPP Gerindra tersebut.

Di sisi lain, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota mengatakan pihaknya akan patuh terhadap setiap keputusan yang diambil pemerintah. Menurutnya perusahaan yang dijalankan bergerak untuk kepentingan nasional.

"Kami ikutin, manut saja. Apapun pun keputusannya. Kami yang penting bekerja saja untuk negeri dan masyarakat," kata Joao dalam keterangannya, Selasa (24/2/2026).

Diketahui, polemik muncul usai adanya rencana impor 105 ribu unit pikap dari India. Hal ini memicu penolakan dari pelaku usaha industri otomotif sampai dengan masyarakat.


(emy/wur) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: KTT Board of Peace, Presiden Prabowo Banjir Pujian Dari Trump