RI Perpanjang Kontrak Migas Exxon di Blok Cepu, Segini Produksinya

Firda Dwi Muliawati, CNBC Indonesia
Selasa, 24/02/2026 13:30 WIB
Foto: Lapangan Minyak Banyu Urip, Blok Cepu, yang dikelola ExxonMobil Cepu Ltd. Doc Verda Nano Setiawan

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah RI memutuskan untuk memperpanjang kontrak kerja sama hulu minyak dan gas bumi (migas) dengan perusahaan asal Amerika Serikat, ExxonMobil. Kontrak ExxonMobil di Blok Cepu rencananya akan diperpanjang hingga tahun 2055.

Perpanjangan kontrak migas tersebut juga merupakan bagian dari kesepakatan dagang antara Indonesia dan AS, pada pekan lalu. Sejalan dengan itu, terdapat syarat yang harus dipenuhi, yaitu penambahan investasi dari ExxonMobil di Indonesia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa ExxonMobil merupakan mitra lama yang telah beroperasi lebih dari 100 tahun di Indonesia dan menjadi salah satu kontributor utama produksi terangkut (lifting) minyak, selain PT Pertamina (Persero).


"Yang berikut kami juga melaporkan bahwa di sini kita juga melakukan komunikasi terhadap ExxonMobil... Kita akan memperpanjang sampai dengan 2055 dengan total investasi kurang lebih menambah US$ 10 miliar, namun ada beberapa hal yang harus kita clear-kan, termasuk di dalamnya adalah sharing Cost Recovery antara pendapatan negara dan pendapatan K3S (Kontraktor Kontrak Kerja Sama)," ungkap Bahlil dalam keterangan persnya di Amerika Serikat disiarkan daring, dikutip Selasa (24/2/2026).

Pemerintah saat ini tengah memfinalisasi detail teknis terkait skema bagi hasil dan pemulihan biaya operasi (cost recovery) sebelum kontrak resmi diteken.

Bahlil optimistis seluruh proses negosiasi tersebut akan segera rampung dalam waktu dekat agar kepastian investasi dapat segera berjalan.

"Sebentar lagi akan selesai. Ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari komunikasi bilateral kita antara pihak swasta yang ada di sini maupun dengan pemerintah Indonesia termasuk di dalamnya adalah berkomunikasi dengan pemerintah Amerika Serikat," pungkasnya.

Lantas, seberapa besar kontribusi ExxonMobil terhadap produksi minyak RI?

Perlu diketahui, berdasarkan informasi dari situs ExxonMobil, Kontrak Bagi Hasil (PSC) Blok Cepu ditandatangani pada tahun 2005 oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), PT Pertamina EP Cepu, dan empat perusahaan pemerintah daerah. EMCL bertugas sebagai operator untuk blok Cepu di Jawa Timur.

Produksi minyak dari Blok Cepu berkontribusi terhadap sekitar 25% dari produksi minyak mentah nasional.

Pada 2025 lalu, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan bahwa produksi minyak ExxonMobil Cepu Ltd per 10 November 2025 telah mencapai 153.932 barel per hari (bph).

Hal ini menjadikan Blok Cepu yang dikelola oleh perusahaan asal Amerika Serikat (AS) tersebut sebagai produsen minyak terbesar - dari hanya satu blok migas - di Indonesia.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto memaparkan bahwa ExxonMobil tercatat sebagai produsen minyak terbesar di antara Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) lainnya.

"Nah ini Bapak-Ibu sekalian dari ExxonMobil, ini per 10 November itu 153.932 bph," papar Djoko dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI, Rabu (12/11/2025).

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan perhatian yang cukup serius terhadap upaya peningkatan produksi minyak siap jual alias lifting yang dilakukan ExxonMobil di Blok Cepu sebesar 30.000 bph.

Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto telah meresmikan peningkatan produksi minyak sebesar 30.000 barel per hari (bph) dari Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, Bojonegoro, yang dioperasikan oleh ExxonMobil Cepu Ltd pada Kamis, 26 Juni 2025 lalu.

"Kami laporkan hari ini kita resmikan juga blok minyak yang ada di Cepu sebesar 30 ribu bph atas arahan Pak Presiden untuk urusan energi harus masuk swasembada target 2029-2030 harus 900-1 juta barel," ungkap Bahlil saat Peresmian Pengoperasian dan Pembangunan Energi Terbarukan di 15 Provinsi dan Peningkatan Produksi 30 Ribu Barel Lapangan Banyu Urip, Kamis (26/6/2026).


(wia) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Saham RI di Freeport Akan Naik Jadi 63% Tahun 2041