Simsalabim! Gunung Sampah di Bantargebang Berubah Jadi Listrik di 2028

Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
Senin, 23/02/2026 16:10 WIB
Foto: Suasana gunungan sampah di TPST Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah akan serius mengatasi masalah darurat sampah yang kini tengah dialami oleh beberapa daerah di Indonesia, terutama di kota-kota besar yang memiliki masalah sampah cukup kompleks.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau Zulhas mengatakan untuk menangani darurat sampah, pemerintah akan menyiapkan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste to Energy (WtE) di 33 titik.

Salah satunya Jakarta yang nantinya akan memiliki tiga PSEL yakni dua di tempat pembuangan sampah terpadu (TSPT) Bantar Gebang dan satu di Sunter Jakarta Utara.


"Untuk menangani darurat sampah, kita siapkan PSEL. Jumlahnya tetap ya, di 33 lokasi. Seperti di Jakarta saja itu ada 3 PSEL, 2 di Bantar Gebang, 1 di Sunter," kata Zulhas dalam konferensi persnya, Senin (23/2/2026).

Namun, Zulhas menambahkan permasalahan sampah menggunakan fasilitas PSEL secara keseluruhan hanya menyelesaikan sekitar 20%.

"Jadi kalau waste to energy itu jalan semua di 33 lokasi, itu baru 20% masalah sampah bisa selesai, masih ada 80% lagi yang belum bisa kita selesaikan," lanjut Zulhas.

Foto: Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau Zulhas dalam konferensi persnya, Senin (23/2/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau Zulhas dalam konferensi persnya, Senin (23/2/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

Zulhas menjelaskan, 80% penyelesaian masalah sampah dikategorikan menjadi empat dan harus diselesaikan segera mungkin, di mana hal ini berkaitan dengan teknologi pengolahan sampah.

"Tadi rapat sudah memutuskan 80% itu ada 4 kategori, diserahkan kepada BRIN, Kementerian Dikit, dan Kementerian Lingkungan Hidup, untuk segera merumuskan alat-alat teknologi sesuai dengan ada yang di pedesaan, 4 itu ada TPST Refused Derived Fuel (RDF), TPST Reduce, Reuse, Recycle (3R), ada pengolah organik dari sumbernya, atau dari masyarakat langsung. Jadi ada 4 kategori, ada yang harus diselesaikan segera, alatnya seperti apa dan seterusnya," jelasnya.

Ia pun berharap dua tahun ke depan, permasalahan sampah bisa selesai, setidaknya pada akhir 2027 atau awal 2028.

"Sehingga 2 tahun lagi kita akan melihat hasil nyata perubahan besar ya, terutama yang besar-besar itu yang open dumping seperti Bantar Gebang dan Bali, ya 2027 akhir atau 2028 awal ini bisa kita selesaikan," tegas Zulhas.

Sebagai informasi, program WtE menyasar 33 kabupaten/kota. Tujuannya adalah memilah sampah menjadi bahan bakar untuk Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

WtE ini akan digunakan untuk pengolahan sampah menjadi energi yang memiliki jumlah sampah mencapai lebih dari 1.000 ton per hari.

Dengan skala sebesar itu akan memiliki solusi, termasuk peralatan yang berbeda dengan skala sampah yang lebih kecil seperti untuk rumah tangga hingga lingkungan.


(chd/wur) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: RI Siap Punya Pembangkit Listrik Dari Sampah, Menyala di 2027