Purbaya: Defisit Fiskal RI 2,9% Lebih Rendah dari Malaysia & Vietnam

Zahwa Madjid, CNBC Indonesia
Senin, 23/02/2026 11:21 WIB
Foto: Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan pemaparan dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Februari 2026 di kantor pusat Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (23/2/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Defisit fiskal Indonesia tercatat mencapai 2,93% terhadap PDB pada 2025. Defisit ini termasuk yang terendah sepanjang 2025. Ini ditegaskan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN KITA, Senin (23/2/2026).

"Capaian ini semakin bermakna karena kita bisa menjaga rasio utang dan defisit pada level yang aman dan terkendali dibandingkan dengan negara peers kita," kata Purbaya, Senin (23/2/2026).


Dari catatan Kementerian Keuangan, defisit fiskal Indonesia menjadi yang terendah dari negara-negara G20 dan bahkan di ASEAN. Defisit negara tetangga seperti Thailand, Vietnam dan Malaysia bahkan mencapai 5,57%, 3,60% dan 6,41% dari PDB.

Indonesia, kata Purbaya, memang kalah dari sisi pertumbuhan ekonomi. Malaysia dan Vietnam tercatat tumbuh 5,17% dan 8,02% pada 2025.

"Jadi dia bayar pertumbuhan dengan ongkos yang besar sekali terhadap PDB. Kalau kita bandingkan standar internasional tentang kehati-hatiaan fiskal kelihatan sekali Vietnam dan Malaysia sudah melanggar batas," ujarnya.

Ini membuktikan Indonesia bisa menjaga prinsip kehati-hatian seusai dengan standar internasional.

Foto: Materi paparan Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan konferensi Pers APBN KITA Edisi Februari 2026 di Jakarta, Senin (23/2/2026). (Tangkapan Layar Youtube/ Kementerian Keuangan RI)
Materi paparan Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan konferensi Pers APBN KITA Edisi Februari 2026 di Jakarta, Senin (23/2/2026). (Tangkapan Layar Youtube/ Kementerian Keuangan RI)

(haa/haa)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Bea Cukai Kembali Segel Toko Perhiasan Mewah di Jakarta