MARKET DATA

Transaksi Berjalan RI Defisit US$ 2,5 Miliar di Kuartal IV-2025

Arrijal Rachman,  CNBC Indonesia
20 February 2026 11:44
Logo bank sentral Indonesia, Bank Indonesia, seperti yang terlihat di Jakarta, Indonesia 19 Januari 2017. REUTERS / Fatima El-Kareem
Foto: REUTERS / Fatima El-Kareem

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) mencatat neraca transaksi berjalan Indonesia kembali defisit pada penghujung 2025. Pada periode kuartal IV-2025, defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) menembus level US$ 2,5 miliar atau setara 0,7% dari produk domestik bruto (PDB).

Defisit neraca transaksi berjalan itu terjadi setelah pada kuartal III-2025 mengalami surplus besar hingga US$ 4 miliar.

"Perkembangan ini disebabkan oleh lebih rendahnya surplus neraca barang serta peningkatan defisit neraca jasa dan pendapatan primer, di tengah surplus neraca pendapatan sekunder yang melebar," dikutip dari Laporan Neraca Pembayaran Indonesia BI untuk Realisasi Kuartal IV-2025, Jumat (20/2/2026).

Adapun keseluruhan 2025, neraca transaksi berjalan mencatat defisit US$ 1,5 miliar, atau setara 0,1% dari PDB. Defisitnya menyusut dibanding catatan pada 2025 sebesar US$ 8,6 miliar atau setara 0,6% dari PDB.

Defisit neraca transaksi berjalan yang lebih rendah bersumber dari peningkatan surplus neraca perdagangan barang sebagai implikasi dari perbaikan kinerja ekspor, serta naiknya surplus neraca pendapatan sekunder.

"Perbaikan neraca transaksi berjalan lebih lanjut tertahan oleh melebarnya defisit neraca jasa dan neraca pendapatan primer," dikutip dari catatan BI.

(arj/haa) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article BI: Neraca Pembayaran RI Defisit US$ 6,4 Miliar di Q3-2025


Most Popular
Features