RI Impor Gandum Amerika Bebas Biaya, Tahu Tempe Bisa Lebih Murah?

Zahwa Madjid, CNBC Indonesia
Jumat, 20/02/2026 09:20 WIB
Foto: Presiden AS Donald Trump (kanan) dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto berpose saat pertemuan puncak tentang Gaza di Sharm el-Sheikh pada 13 Oktober 2025. (AFP/YOAN VALAT)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Amerika Serikat (AS) sepakat menetapkan tarif 0% melalui skema Tariff Rate Quota (TRQ) terhadap sejumlah barang asal Indonesia. Di sisi lain, barang-barang dari AS yang menjadi kebutuhan dalam negeri juga bebas tarif dan hambatan dagang.

Kesepakatan dagang itu menjadi bagian dari hasil penandatanganan perjanjian tarif dagang yang dilakukan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden Prabowo Subianto dalam dokumen Implementation of the Agreement toward New Golden Age US-Indonesia Alliance.


Dalam konferensi pers seusai penandatangan tarif dagang itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, salah satu produk yang bebas tarif dan hambatan dagang ke Indonesia ialah produk gandum.

"Sehingga masyarakat Indonesia membayar 0% produk yang diproduksi menggunakan wheat, seperti noodle, tahu, tempe. Jadi tidak dikenakan beban biaya tambahan bahan baku impor dari AS," kata Airlangga saat konferensi pers daring, Jumat (20/2/2026).

Adapun untuk produk dari Indonesia yang ke AS alias produk ekspor andalan juga dibebaskan dari tarif bea masuk. Terdiri dari 1.819 produk pos tarif yang berasal dari sektor pertanian, minyak kelapa sawit, kopi, kakao, karet, komponen elektronik, semi konduktor, pesawat terbang, tekstil, hingga apparel.

"Tarifnya 0%, termasuk tekstil, apparel dari Indonesia ini tarif 0% dengan mekanisme TRQ, tariff rate quota. Ini memberi manfaat terhadap 4 juta pekerja sektor ini," ungkap Airlangga.


(arj/mij)
Saksikan video di bawah ini:

Video: AS-Taiwan Resmi Teken Perjanjian Dagang