Harga Daging Ayam & Telur Belum Turun-turun, Pedagang Ungkap Alasannya
Jakarta, CNBC Indonesia - Memasuki hari pertama puasa, aktivitas jual beli di pasar tradisional masih berjalan seperti biasa. Pedagang terlihat melayani pembeli di lapak-lapak mereka.
Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia di Pasar Rumput, Jakarta Selatan, Kamis (19/2/2026), harga daging ayam dan telur ayam terpantau lebih tinggi dibandingkan pekan-pekan sebelumnya. Para pedagang menyebut kenaikan tersebut merupakan tren yang kerap terjadi setiap memasuki Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Pedagang daging ayam, Ali, mengatakan harga daging ayam hari ini berada di level Rp42.500 per kg.
"Ya memang ada naik, karena ini ada hari-hari besar ya, harga Rp42.500 per kg dari Senin, kan ada Imlek, terus ini hari pertama puasa," ujar Ali kepada CNBC Indonesia, saat ditemui di lokasi.
Ia mengatakan, harga daging ayam masih berpeluang turun dalam waktu dekat, namun dipastikan akan kembali naik menjelang Lebaran. "Pasti ada turun. Tapi kalau mau lebaran pasti naik lagi," katanya.
Ali juga mengakui harga daging ayam saat ini terasa cukup tinggi, terutama untuk ayam berukuran besar.
"Iya, ukuran 1 kg 7 ons berarti udah Rp72.000 (per ekor). Kalau yang 2 kg, buat ayam yang ukuran besar berarti harga per ekornya sudah Rp85.000," jelasnya.
Menurut Ali, tren kenaikan harga daging ayam sudah terjadi dari tahun ke tahun setiap momen hari besar.
"Ya kalau daging ayam trennya dari tahun ke tahun emang selalu pasti naik harganya, mau Imlek, mau Puasa, mau Lebaran, mau Natal. Pasti naik. Apalagi kan ada MBG juga. Walaupun minggu-minggu ini sekolah masih pada libur ya, MBG libur juga, tapi karena ada hari besar tetap naik," sebut dia.
Hal senada disampaikan pedagang daging ayam lainnya, Yeni. Ia mengatakan harga daging ayam sudah bergerak di kisaran tinggi sejak sebelum Imlek.
"Dari sebelum imlek Rp43.000-Rp45.000 per kg, sampai hari ini Rp43.000 sekilo. Sudah 4 hari naik turun di kisaran itu," kata Yeni.
Menurutnya, peningkatan permintaan menjadi faktor utama naiknya harga. "Permintaannya banyak, memang trennya begini kalau ada hari besar," ujarnya.
Sementara itu, harga telur ayam juga mengalami kenaikan sejak menjelang Imlek dan memasuki awal Ramadan. Pedagang telur, Jaid, mengatakan harga telur ayam hari ini berada di level Rp33.000 per kg.
"Hari ini lagi Rp33.000 per kg," kata Jaid.
Ia menyebut harga tersebut sudah turun dibandingkan kondisi harga sebelum Tahun Baru Imlek kemarin.
"Oh enggak, ini sudah turun Rp1.000, sebelum imlek mah sampai Rp34.000 per kg. Ya biasa lah ini karena permintaannya banyak ya sebelum imlek, bikin-bikin kue kan yang (etnis) China," ujar Jaid.
Menurutnya, momentum awal puasa turut mempengaruhi pergerakan harga telur. "Terus ditambah ini awal puasa. Memang trennya pasti naik. Tapi ini agak turun dari imlek," ucap dia.
Berbeda dengan daging ayam dan telur, harga daging sapi masih terpantau stabil. Pedagang daging sapi Rudi mengatakan harga daging sapi saat ini belum mengalami kenaikan maupun penurunan.
"Daging Rp140.000 per kg, saya jual paha belakang saja. Harga ini masih sama sih kayak sebulan lalu, belum ada naik," ujar Rudi.
Ia memperkirakan kenaikan harga daging sapi baru akan terjadi menjelang Lebaran.
"Mungkin nanti ada naik pas mau Lebaran. Tapi prediksi saya paling naiknya Rp5.000 saja. Misal ini saya modal Rp135.000 per kg, saya jual sekarang Rp140.000 (per kg), nanti mau lebaran rumah potong naik jadi Rp140.000 per kg, jadi saya jual Rp145.000 per kg. Ini perkiraan saja ya, ngeliat kondisi tahun lalu," jelasnya.
(wur)