Bukan China, Ini Negara Pemberi Utang Terbesar ke Indonesia
Jakarta, CNBC Indonesia - Nominal utang luar negeri alias ULN Indonesia sampai akhir 2025 tercatat sebesar US$ 431,7 miliar, makin bertumpuk dibanding catatan sepanjang 2024 yang sebesar US$ 425,11 miliar.
Mengutip catatan Bank Indonesia, ULN per Desember 2025 itu terdiri dari ULN pemerintah sebesar US$ 214,3 miliar dan ULN swasta US$ 192,8 miliar. ULN Pemerintah naik pesat dibanding 2024 yang hanya sebesar US$ 203,1 miliar, dan ULN swasta justru melorot dari posisi 2024 yang sebesar US$ 194,4 miliar.
"Struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Hal ini tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 29,9% pada triwulan IV 2025, serta dominasi ULN jangka panjang dengan pangsa 85,7% dari total ULN," sebagaimana tertera dalam siaran pers BI, Kamis (19/2/2026).
Bila ditelisik berdasarkan asal utangnya, ULN Indonesia yang sebesar US$ 431,72 miliar pada akhir 2025 itu sebagian besar berasal dari negara pemberi pinjaman dengan nilai US$ 205,97 miliar, diikuti organisasi internasional US$ 48,19 miliar, dan lainnya US$ 177,55 miliar.
Singapura menjadi negara asal ULN Indonesia terbesar dengan nilai US$ 55,09 miliar. Diikuti Amerika Serikat senilai US$ 27,30 miliar pada akhir 2025, China US$ 23,73 miliar, Jepang US$ 20,28 miliar, Hongkong US$ 19,20 miliar, hingga Asia lainnya US$ 10,93 miliar.
Sedangkan yang berasal dari organisasi internasional, terbesar berasal dari Bank Internasional untuk Rekonstruksi dan Pembangunan (IBRD) milik World Bank sebesar US$ 22,09 miliar, Asian Development Bank (ADB) US$ 12,65 miliar, dan IMF US$ 8,82 miliar.
(arj/mij)