Mensesneg: Prabowo & Trump Teken Tarif Dagang RI-AS 19 Februari 2026

Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
Rabu, 18/02/2026 17:22 WIB
Foto: Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan keterangan kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (17/2/2026). (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat akan dilakukan pada Kamis (19/2/2026) waktu AS. Hal itu dipastikan Pras, sapaan akrab Prasetyo Hadi, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (19/2/2026) WIB.



"Rencana kalau sesuai jadwal di tanggal 19," ujarnya.


Menurut Pras, penandantanganan ART akan dilakukan setelah Presiden Prabowo Subianto menghadiri pertemuan Dewan Perdamaian (Board of Peace).

"Ya, setelah BOP baru kemudian akan ada rencana tanda tangan kerja sama tarif," katanya.

Lebih lanjut, Pras mengatakan, belum ada perubahan tarif resiprokal yang dikenakan AS terhadap Indonesia. Nilainya masih sama, yaitu 19%.

"Untuk sementara belum ya. Untuk sementara belum ada perubahan tapi tentunya mari kita semua berharap barangkali nanti di dalam pertemuan antara Presiden Prabowo dan Presiden Trump mungkin ada perubahan yang itu bermanfaat bagi bangsa dan negara kita," ujarnya.

"Ya harapan kita kan tentu ada pengen seperti itu. Siapa tahu," lanjutnya saat ditanya apakah dirinya ingin tarif lebih rendah dari 19%.


(miq/miq)
Saksikan video di bawah ini:

Nego Tarif Dagang Dengan Trump, RI Tawarkan Impor Minyak USD 15 Miliar