Bahlil Dampingi Prabowo Terbang ke AS, Bahas Isu Ini

Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
Rabu, 18/02/2026 17:55 WIB
Foto: Presiden Indonesia Prabowo Subianto tiba di Amerika Serikat, Selasa, (17/2/2026), pukul 11.55 waktu setempat. Pesawat Garuda Indonesia-1 yang membawa Prabowo dan rombongan mendarat di Pangkalan Militer Andrews, Washington DC. (Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto terbang ke Amerika Serikat (AS) untuk melakukan perundingan kerja sama bilateral dengan Presiden AS Donald Trump.

Dalam kunjungan itu, Presiden Prabowo turut didampingi oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia. Rombongan tiba di AS pada Selasa (17/2/2026).

Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia mengatakan, terdapat beberapa agenda pertemuan yang akan dibahas dengan pimpinan Negeri Paman Sam tersebut. Salah satunya yakni kerja sama terkait sektor energi.


"Ada beberapa agenda pertemuan di antaranya menjajaki kerja sama perdagangan kedua negara, termasuk di dalamnya sektor energi. Dan tentunya ini dalam dalam rangka kesepakatan tarif dagang dengan Amerika," kata Dwi Anggia kepada CNBC Indonesia, Rabu (18/2/2026).

Sebelumnya, Bahlil membeberkan salah satu kesepakatan yang disetujui dalam perjanjian itu adalah pembelian beberapa produk energi senilai US$ 15 miliar dari AS.

"Tadi itu juga dibahas, salah satu yang menjadi komitmen pembicaraan kita untuk trade dengan pihak Amerika itu adalah, kita akan membeli BBM sebesar US$ 15 miliar. Itu dari LPG, kemudian dari crude-nya (Crude Oil), kemudian dari BBM-nya, minyak jadinya, dan itu masuk dalam pembicaraan," kata Bahlil, usai Rapat Terbatas (Ratas), di Istana Negara, Rabu (11/2/2026).

Menurut Bahlil, hal itu akan menjadi bagian yang menjadi pembahasan saat Presiden berkunjung ke AS. Adapun hal lain yang akan dibahas yaitu kerja sama bilateral antara Amerika Serikat dan Indonesia di sektor pertambangan, meski dia tidak membeberkan lebih lanjut.

"Kita equal treatment aja. Katakanlah kalau biarkan mereka ingin melakukan investasi di Indonesia dengan critical mineral ataupun termasuk dengan nikel, kita terbuka aja. Kan negara kita negara bebas aktif," kata Bahlil.

"Karena itu kita menyumbangkan equal treatment kepada semua negara, termasuk Amerika Serikat. Dan kalau mereka Insya Allah berminat, kita juga harus memberikan juga sama dengan yang lain," tambahnya.


(ven/wia)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Jurus PHE Kembangkan 9 WK-Produksi 557 Ribu BOPD Minyak Mentah