Anggaran Kemenhub di 2025 Terpakai 88,8%, Ini Rincian Belanjanya
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi melaporkan realisasi anggaran Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sepanjang 2025 dan capaiannya. Dudy menjelaskan, realisasi anggaran Kemenhub per Februari 2026 untuk Tahun Anggaran (TA) 2025 mencapai 88,88% atau sekitar Rp28,7 triliun, dari total pagu efektif 2025 mencapai Rp32,27 triliun.
"Realisasi anggaran Kementerian Perhubungan per Februari 2026 adalah sebesar 88,88% dari pagu efektif atau sekitar Rp28,7 triliun," kata Dudy dalam paparannya di rapat kerja (raker) bersama Komisi V DPR RI, Rabu (18/2/2026).
Lebih rinci, realisasi anggaran tertinggi terjadi di BPSDMP yang mencapai 99,46% atau sebesar Rp2,99 triliun, Sekretariat Jenderal mencapai 99,34% atau Rp480,99 miliar, serta Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dan Direktorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda (DJITM) sebesar 99,04% atau Rp127,22 miliar.
"Realisasi anggaran berdasarkan unit kerja, tertinggi mencapai 99%, diantaranya Sekretariat Jenderal, Inspektorat Jenderal, Badan Pengembangan SDM, dan Direktorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda," lanjut Dudy.
Sedangkan, realisasi terendah terjadi di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) yang hanya mencapai 70,58% atau Rp5,46 triliun pada 2025.
Selain itu, Dudy juga menjelaskan beberapa capaian Kemenhub di 2025, mulai dari peningkatan volume angkutan penyeberangan, peningkatan jumlah perjalanan kereta api, hingga peningkatan ketepatan Waktu penerbangan.
Capaian tertinggi dicatat oleh peningkatan jumlah perjalanan kereta api yakni mencapai 116,3%, dari sebelumnya pada 2024 mencapai 860.000 perjalanan, menjadi 1,07 juta perjalanan di 2025. Begitu juga jumlah penumpang kereta api yang meningkat dari sebelumnya 501 juta penumpang pada 2024, menjadi 551 juta penumpang di 2025, dengan capaian 106,2%.
"Capaian kinerja pada 2025 menunjukkan hasil yang positif, yaitu 7 indikator telah melampaui target, sementara 1 indikator berada pada status off track. Capaian tersebut tercermin pada peningkatan di berbagai sektor, subsektor transportasi, diantaranya volume angkutan penyeberangan, angkutan perkotaan di 10 kota metropolitan, serta kinerja perkeretaapian, baik dari sisi jumlah perjalanan maupun jumlah penumpang," ujar Dudy.
Berikut capaian Kemenhub pada 2025:
- Volume angkutan penyeberangan laut, capaiannya 105,34%, dari sebelumnya pada 2023 sebanyak 11,5 juta kendaraan, menjadi 12,22 juta kendaraan pada 2025.
- Penurunan rasio fatalitas kecelakaan jalan, capaiannya 102%, dari sebelumnya pada 2023 sebesar 53,68%, menjadi 66,3% pada 2025.
- Jumlah penumpang angkutan perkotaan di 10 kota metropolitan, capaiannya 108,24%, dari sebelumnya sebanyak 685 juta penumpang pada 2023, menjadi 920 juta penumpang pada 2025.
- Jumlah perjalanan kereta api, capaiannya 116,3%, meningkat dari sebelumnya sebanyak 860.000 perjalanan di 2024, menjadi 1,07 juta perjalanan di 2025.
- Jumlah penumpang kereta api, capaiannya 106,2%, meningkat dari sebelumnya 501 juta penumpang pada 2024, menjadi 551 juta penumpang di 2025.
- Peningkatan volume angkutan laut, capaiannya 115,8%, dari sebelumnya 5,6% di 2023, menjadi 11,58% pada 2025
- Ketepatan Waktu penerbangan, capaiannya masih 93,12%, dari sebelumnya di 2023 mencapai 72,46%, menjadi 74,5% di 2025.
- Peningkatan pemenuhan sumber daya manusia (SDM) transportasi yang kompeten meningkat dari 2023 sebesar 85,5%, menjadi 99,27% di 2025 dan capaiannya 116,1%.
source on Google [Gambas:Video CNBC]