Purbaya Minta Bappenas 'Diketok' Biar Cepat Cairkan Dana Rehabilitasi
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons permintaan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin terkait dengan tambahan anggaran untuk rehabilitasi rumah tenaga kesehatan dan perbaikan fasilitas kesehatan di daerah bencana Sumatra, yakni Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Menurutnya, usulan ini bisa ditambahkan ke dalam anggaran kementerian dan lembaga untuk Satgas Pemulihan Bencana. Prosedurnya dilakukan ke Bappenas atau Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN).
Purbaya menegaskan alokasi dana untuk Satgas Pemulihan Bencana di bawah Bappenas mencapai Rp 50 triliun hingga Rp 60 triliun. Dari anggaran ini, dia memastikan dananya masih tersisa banyak karena anggaran Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dikenakan skema multiyear, selama 4 tahun.
"Untuk semua kementerian lembaga sama prosedurnya, masuk ke satgas saja Pak yang katanya nanti mesti diatur oleh Bappenas. Jadi kalau bisa Bappenasnya diketok-ketok sedikit biar jalan lebih cepat. Kalau saya sih tinggal bayar," kata Purbaya dalam Rakor Satgas Pemulihan Pasca Bencana Sumatera di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Wakil DPR RI Sufmi Dasco Ahmad pun langsung melakukan konfirmasi terkait dengan kendala pencairan di Bappenas. Menurutnya, Bappenas tidak mempersulit. Namun, data yang masuk harus diperbaiki.
"Sehingga nanti Kementerian Kesehatan nanti ke Bappenas saja, sambil dikawal oleh Pak Mensesneg," ujarnya.
Menurut Menkes, ada 8.800 tenaga kesehatan yang rumahnya rusak saat bencana. Jumlah tersebut telah dikonfirmasi oleh Menkes dan Mendagri. Budi menuturkan dana ini perlu dipercepat mengingat urgensinya. Dia berharap dana rehabilitasi bagi rumah tenaga kesehatan bisa dicairkan sebelum Lebaran.
"Ini sudah berjalan, tetapi perlu didorong percepatannya," tegasnya.
Selain renovasi rumah tenaga kesehatan, Menkes mengungkapkan pihaknya perlu melakukan perbaikan fasilitas kesehatan sebanyak lebih dari 3.000 unit. Dananya mencapai Rp 529,3 miliar dan sudah diusulkan kepada presiden.
"Surat permohonan sudah disampaikan pada 22 Januari 2026. Intinya dua itu saja Pak. Percepatan pencairan dana renovasi untuk rumah 8.800 tenaga kesehatan agar rumahnya bisa diperbaiki sebelum Lebaran sehingga mereka bisa bekerja kembali dan tambahan anggaran Rp 529,3 miliar," ujarnya.
(haa/haa)