Israel Menggila! Serang Perbatasan 2 Negara Arab, Korban Berjatuhan
Jakarta, CNBC Indonesia - Serangan udara Israel kembali memakan korban di wilayah Lebanon, kali ini menyasar sebuah kendaraan di dekat perbatasan negara itu dengan Suriah. Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan sedikitnya empat orang tewas dalam serangan yang terjadi pada Senin (16/2/2026) pagi tersebut.
Dalam pernyataannya, otoritas kesehatan Lebanon menyebut serangan udara itu terjadi pada dini hari. Militer Israel kemudian mengonfirmasi operasi tersebut, dengan mengeklaim bahwa target serangan adalah anggota kelompok Palestina, Palestinian Islamic Jihad (PIJ), yang berada di Lebanon. Namun, militer Israel tidak menyertakan bukti atas klaim tersebut.
Adapun hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari PIJ terkait klaim Israel tersebut.
Dilansir Al Jazeera, militer Israel menyatakan serangan itu berlangsung di wilayah Majdal Anjar, sebuah daerah di Lebanon yang berada tidak jauh dari perbatasan dengan Suriah.
PIJ dikenal sebagai kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah pendudukan Palestina dan selama ini bertempur bersama Hamas di Gaza dengan tujuan mendirikan negara Palestina.
Kelompok ini juga merupakan sekutu dari kelompok bersenjata Lebanon, Hizbullah, yang sejak 2023 melancarkan serangan ke wilayah utara Israel sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Palestina di tengah perang Israel di Gaza yang oleh banyak pihak disebut sebagai genosida.
Israel dan Hizbullah sebenarnya telah menyepakati gencatan senjata pada November 2024. Namun, meskipun ada kesepakatan tersebut, militer Israel terus melakukan serangan hampir setiap hari ke wilayah Lebanon, yang dinilai sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat.
Menurut data PBB, militer Israel telah melancarkan lebih dari 10.000 serangan udara dan darat sejak kesepakatan penghentian permusuhan itu diberlakukan.
Kantor HAM PBB pada November tahun lalu juga menyatakan telah memverifikasi sedikitnya 108 korban sipil akibat serangan Israel sejak gencatan senjata, termasuk sedikitnya 21 perempuan dan 16 anak-anak.
Selain itu, sedikitnya 11 warga sipil Lebanon dilaporkan diculik oleh pasukan Israel dalam periode yang sama, menurut kantor tersebut.
Lebanon pada bulan lalu secara resmi mengajukan pengaduan ke PBB terkait berulangnya pelanggaran Israel, serta mendesak Dewan Keamanan agar menekan Israel untuk menghentikan serangan dan menarik seluruh pasukannya dari wilayah Lebanon.
Dalam pengaduan itu, Lebanon menyebut Israel telah melanggar kedaulatan negaranya setidaknya 2.036 kali hanya dalam tiga bulan terakhir tahun 2025.
Israel juga dilaporkan masih menduduki lima wilayah di dalam teritori Lebanon. Pendudukan ini disebut menghambat upaya rekonstruksi desa-desa perbatasan yang hancur akibat konflik, serta mencegah puluhan ribu warga Lebanon yang mengungsi untuk kembali ke rumah mereka.
(luc/luc)